Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kebakaran di TPA Suwung Berhasil Dipadamkan, Truk Sampah Mulai Antre Lakukan Pembuangan

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Jumat, 10 Mei 2024 | 11:05 WIB
NORMAL: Setelah kebakaran sampah berhasil dipadamkan, truk pembuang sampah kembali antre.
NORMAL: Setelah kebakaran sampah berhasil dipadamkan, truk pembuang sampah kembali antre.

DENPASAR, radarbali.id - Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung berhasil dipadamkan pada Rabu (8/5) pukul 22.15 WITA. Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya  Negara ungkap kebakaran dapat diatasi dengan mengerahkan lima mobil pemadam kebakaran (damkar) dari Kota Denpasar, lima mobil damkar dari Kabupaten Badung, dan satu mobil damkar bantuan dari Pelindo.

"Astungkara berkat kolaborasi ini berbagai pihak dari pemerintah, kasat Brimob, Pelindo api bisa dipadamkan sekitar jam 22.15 WITA," ujarnya, kemarin (9/5).

Meski demikian, dua unit mobil damkar dan dua unit mobil tangki yang dimiliki oleh UPT Provinsi masih disiagakan di lokasi kebakaran. Terlebih perhelatan internasional World Water Forum (WWF) akan digelar dalam waktu dekat.

Baca Juga: Australia Juara Piala AFC, Teco Singgung Keputusan Wasit Hadiah Pinalti, Disebut Penuh Kontroversi

"Karena kondisi cuaca yang sekarang ini suhunya sedikit panas diperkirakan, makanya kita akan terus melakukan penyiraman agar kita bisa melakukan pencegahan kejadian kebakaran ini," sambungnya.

Selain itu, pihaknya telah mengantisipasi pembuangan sampah di TPA Suwung oleh truk-truk sampah yang sempat terhenti selama proses pemadaman api.

Untuk sementara, truk sampah di arahkan untuk melakukan pembuangan di titik timur dan dipantaunya sudah bisa diatur.

Baca Juga: Sumber Kobaran Api di TPA Suwung Akhirnya Dapat Dikuasai oleh Tim Gabungan, Astungkara Tidak Ada Korban Jiwa

"Di sana kita sudah tambahkan satu reloader untuk mempercepat dorongan sampah itu biar pemerataan. Itu sementara. Astungkara bisa sambil jalan," kata Jaya Negara.

Pembuangan sampah sudah dibuka sejak Rabu (8/5) pukul 23.00 WITA. Truk-truk sampah pun terpantau sudah melakukan pembuangan sampah di TPA Suwung.

Dalam kesempatan ini, dirinya turut menanggapi tiga TPST di Kota Denpasar yang sebelumnya sudah mendapatkan peringatan karena tak maksimal.

Baca Juga: Desa Beraban dan Sudimara, Tabanan, Bakal Dijadikan Kampung Nelayan Maju, Ini Penyebabnya

"Yang dua, TPST Padanggalak (Kesiman Kertalangu, red) dan TPST Padangsambian itu dia lagi menjanjikan sampai bulan Juni ini akan bisa bekerja 270 ton. Dengan merubah pola mesin, dia tidak akan pakai cerobong biar tidak ada bau," jelasnya.

Pemkot Denpasar juga sudah didampingi dari Menkomarves, Bappenas, dan hingga LH untuk melakukan rapat dan memastikan terlebih dahulu cara kerjanya.

Di sisi lain, pihaknya tetap melayangkan surat peringatan kepada dua TPST tersebut. Apabila tidak membuahkan hasil, maka akan dilakukan pemutusan kontrak.

Baca Juga: Pemkab Klungkung Ajukan Revitalisasi Dua Pasar ke Kementerian, Ini Penyebabnya

Seperti pemutusan kontrak di TPST Tahura Ngurah Rai yang dinilainya tidak mampu bekerja dan kini sudah ditutup sepenuhnya.

"Kemarin ada keputusan dari PJ Gubernur dan kita dukung bahwa kita akan dukung insinerator lagi. Kembali ke insinerator," ungkapnya.

Sebelumnya, pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) di TPST terkendala karena tak adanya offtaker.

Baca Juga: Sumber Kobaran Api di TPA Suwung Akhirnya Dapat Dikuasai oleh Tim Gabungan, Astungkara Tidak Ada Korban Jiwa

Dicontohkannya ketika RDF sudah jadi dan akan diambil oleh offtaker ke Pulau Jawa. Biaya untuk membawa RDF ke Jawa justru lebih tinggi dibandingkan dengan biaya mengolah sampahnya.

"Itu kendalanya di Bali untuk pengolahan sampahnya. Sekarang kan kuncinya offtaker sulit. Intinya sih (TPST Tahura Ngurah Rai, red) yang satu sudah kita SP 3 yang di sini. Yang dua (TPST Kesiman Kertalangu dan TPST Padangsambian, red) kita menunggu progres reportnya sampai Juni ini," jelasnya.

Apabila tak kunjung membuahkan hasil hingga Juni, Pemkot Denpasar akan mencari solusi lain untuk pengolahan sampah di kota. Lebih lanjut, ditegaskannya bangunan TPST Ngurah Rai tak akan digunakan sebagai bengunan lain. "Kita hanya boleh untuk pengelolaan sampah, ga boleh yang lain," sambungnya.***

Editor : M.Ridwan
#antrean truk #tpa suwung #padam #kebakaran