DENPASAR, radarbali.id - Masalah Gangster Gaza Denpasar menantang kelompok Menteng Pride, dengan Gang Balmor di sikat Polisi sehingga tidak terjadi kericuhan antara geng pelajar di Lapangan Lumintang Denpasar Utara, dapat dibubarkan pihak Polsek Denpasar Utara, Jumat 24 Mei 2024 sekitar pukul 01.00.
Terbaru, sesuai arahan Polisi, pihak Dinas Pendidikan mengarahkan kepada para Kepala sekolah untuk mengumpulkan para orang tua untuk membina anak masing-masing.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali Kombespol Jansen Avitus Panjaitan membenarkan adanya kejadian tersebut.
Namun gerak cepat jajarannya berhasil mencegah dan mengamankan para pelaku yang rata-rata masih anak di bawah umur dan berstatus pelajar SMP di Denpasar.
Berdasarkan informasi akan terjadi kericuhan, melalui Cyber Patrol terhadap kedua akun grup dalam Insta Story'nya termuat berita saling tantang yang akan dilakukan di Lapangan Lumintang, pada hari jumat 24 Mei 2024 sekitar pukul 00.30, tim berhasil mencegah dan amankan 21 orang pelajar.
Lalu, anak-anak tersebut diamankan ke Polsek Denpasar Utara untuk dilakukan pembinaan, masing-masing an.; EPH, KAAP, SAH, VCPP, DGAS, ZFM, MPG, MAP, PRP, KPR, KAYDP, GBP, MDK, MKA, SR, PLD, KAM, KBKSW, KRAS, GLAP, MPG, KTBL, dan ditemukan juga senjata tajam jenis celurit.
Hasil interogasi anak-anak yang mengaku grup Gaza Denpasar memiliki anggota 80 orang, dan ada beberapa orang yang menggerakkan mereka sebagai admin dalam WA grup yaitu MR, MM, LN, BC, MD, RV. Dan mereka memiliki dua titik kumpul Jalan Himalaya Denpasar dan warung arum desa Sibang Abiansemal Badung.
Dijelaskan, Unit PPA Polresta Denpasar menghubungi orang tua dari para pelaku tersebut, berkoordinasi dengan Disdikpora Kota Denpasar, Kepala Sekolah SMPN 2, 4 dan SMP PGRI 5 Denpasar, untuk bersama mencari solusi dari kejadian tersebut.
"Perwakilan dari Disdikpora sepakat akan merapatkan para Kelapa Sekolah SMP Sekota Denpasar untuk mengambil dan menentukan langkah-langkah pembinaan kepada para siswanya," kisah Kabid Humas.
Para Kepala Sekolah telah dipanggil dan hadir, mengaku sepakat dan berjanji akan mengumpulkan para orang tua siswa untuk bersama-sama melakukan pedekatan dan pembinaan kepada anak-anaknya.
"Para orang tua yang hadir sepakat akan lebih memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak-anaknya dan membina supaya tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum," kisahnya.
Para orang tua, perwakilan dari Disdikpora kota Denpasar dan para Kepala sekolah yang hadir membuat kesepakatan, akan bersama-sama melakukan pembinaan kepada anak-anaknya, agar tidak melakukan perbuatan melanggar hukum melalui pernyataan tertulis dan testimoni yang sepakat dibuat bersama-sama.
Dari kejadian tersebut kita sebagai orang tua sama-sama belajar.
Isi pernyataannya: ”Mari kita awasi dan berikan perhatian, kasih sayang serta luangkan waktu untuk kominukasi dengan anak-anak kita, yang sedang memasuki masa-masa yang rawan akan pengaruh dari lingkungan, jangan takut untuk mengingatkan anak-anak kita agar selalu menghindari perbuatan-perbuatan melanggar hukum yang dapat merusak masa depan mereka”.
Kombes Jansen mengatakan, situasi Kamtibmas Bali khususnya kota Denpasar sampai saat ini aman dan kondusif, tidak perlu ada yang ditakutkan dalam beraktifitas sehari-hari. "Memang benar ada kelompok anak-anak remaja yang berstatus masih pelajar, namun kelompok Gaza tersebut sudah diamankan Polresta Denpasar," tambahnya.
Baca Juga: Astra Motor Bali Bagikan Tips Memarkir Motor Gede
Secara umum, situasi Kamtibmas Bali khususnya kota Denpasar dalam konsisi aman dan kondusif, tidak ada yang perlu di kawatirkan, Patroli dari Kepolisian akan terus ditingkatkan, dan sangat diperlukan dukungan dan kerjasama dari seluruh lapisan masyarakat, antara lain dengan tidak ikut-ikutan terprovokasi dan memprovokasi.
"Mari tetap kita pastikan bersama Bali tetap Ajeg dan Santi," tutup Kabid Humas.***
Editor : M.Ridwan