DENPASAR, radarbali.id - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar uji coba arus lalu lintas guna mengantisipasi kepadatan lalu lintas di kawasan pariwisata Sanur, Denpasar pada Kamis (6/6/2024) lalu.
Terlebih dengan kondisi dibukanya mal baru pada tanggal (7/6/2024) di kawasan tersebut yang memperparah kepadatan lalu lintas.
Jalan Danau Tamblingan yang semula dua arah pun diuji coba menjadi satu arah. Namun setelah dilakukan uji coba dan evaluasi, Kepala Dishub Kota Denpasar, I Ketut Sriawan ungkap tundaan pergerakannya hanya terjadi di depan Mal Icon Bali, khususnya di pintu masuk dan pintu keluar. Ditambah dengan masih adanya kantong parkir di sepanjang badan Jalan Danau Tamblingan.
Baca Juga: Uniknya Vespa Kayu Jati Kreasi Seniman Asal Jembrana, Ngeri, Begini Banderolnya
"Ini kan memerlukan waktu untuk berkomunikasi dengan pengusaha, pelaku ekonomi di sana selain menyiapkan kantong parkir," tuturnya.
Berdasarkan fakta di lapangan, kawasan tersebut masih bisa diberlakukan sistem buka tutup. Sehingga uji coba satu arah diganti dengan uji coba sistem buka tutup.
"Artinya apabila di sepanjang Tamblingan itu padat, kami berlakukan satu arah. Kalau misalkan tidak, ini kami berlakukan dua arah dan sambil mengkoordinasikan kantong-kantong parkir yang ada di sepanjang Tamblingan," sambungnya.
Baca Juga: Rampas Truk dan Terobos Bandara, WNA Inggris Terancam Pasal Berlapis, Pura-pura Gila?
Termasuk bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kota Denpasar; Kepala Desa/Lurah; Bendesa Adat; semua tokoh masyarakat; Kepolisian; hingga TNI.
Pihaknya pun melakukan antisipasi di simpang yang ada di kawasan Sanur dengan menurunkan 25 personil per shift. Shift pertama dimulai pukul 07.00 sampai 14.00 WITA. Dilanjutkan shift kedua mulai pukul 14.00 hingga 22.00 WITA.
"Kondisi sekarang dengan pantauan kami di lapangan sudah landai. Jadi tundaan pergerakannya hanya di pintu keluar Mal Icon Bali, yang ke selatan kan lancar," kata Sriawan.
Penyebab utama kemacetan di kawasan tersebut menurutnya bukan karena jalan yang sempit, melainkan karena ada pusat kegiatan di sana dan tingginya animo masyarakat mengunjungi mal-mal baru.
Ekonomi pasca COVID-19 juga sudah mulai bergerak. Sehingga ada beragam kegiatan yang rutin di sana; pembangunan; berwisata; upacara; menyeberang ke Nusa Penida; dan sebagainya.
"Ini menjadi satu kesatuan dan ini yang saya minta disadari betul. Sehingga dalam konteks kepadatan lalu lintas, berkolaborasi mengantisipasi. Jadi tidak ada melemahkan satu sama lain," terangnya.
Baca Juga: Liga 4 Belum Dihati Suporter, Erick Thohir: Liga Indonesia Harus Bertransformasi
Adapun alasan pemberlakuan satu arah awalnya sekaligus untuk menggerakkan ekonomi di Jalan Danau Poso Selatan. Dengan posisi pertimbangan di sampingnya ada kantong parkir.
Kantong parkir yang ada di dalam mal disebutnya memiliki kapasitas 1.000 kendaraan yang terbagi di basement. Terkait parkir liar, ke depan pihaknya akan tetap melakukan peningkatan koordinasi dan komunikasi dengan stakeholder di sana.
"Kami juga koordinasi dengan Perumda Bhukti Praja Sewakadarma terkait dengan pengelolaan perparkiran, agar juga ikut aktif menata daripada parkiran," ujarnya.
Baca Juga: Liga 4 Belum Dihati Suporter, Erick Thohir: Liga Indonesia Harus Bertransformasi
Salah satu pegawai kantor yang bertempat tepat di depan mal, Gede Santika Jaya Putra, 32, bahkan memasang larangan parkir setelah mal dibuka.
"(Dipasang, red) dari seminggu yang lalu. Karena tamu kami tidak dapat parkir, biasanya di sini. Banyak yang komplain dan agak sepi jadinya (ke kantornya, red)," keluhnya.
Rata-rata orang yang menumpang parkir di depan kantornya yakni pengunjung mal yang ingin praktis untuk keluar dan masuk. Dirinya pun sering berjaga di depan toko dan menegur pengunjung mal yang ingin parkir di tempatnya hingga berjam-jam.
Baca Juga: Dihajar Abrasi, Jaringan Pipa Distribusi Air di Negara, Jembrana, Terancam Rusak, Begini Kondisinya
"(Ditegur, red) saking bandelnya. Mungkin biar cepat dia langsung keluar, biar ga turun ke basement," sambungnya.
Terkait kemacetan di kawasan sekitar mal, disebutnya hari-hari kerja tak terlalu macet. Hanya saja ketika akhir pekan, kondisinya semakin macet ditambah dengan orang-orang yang parkir di pinggir jalan.***
Editor : M.Ridwan