DENPASAR, radarbali.id - Masalah sampah masih terus menjadi perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar. Setelah mengandalkan TPST, kini Pemkot Denpasar tengah memaksimalkan penanganan sampah dengan pengadaan mesin Gibrig.
Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa memaparkan mesin hybrid ini akan digunakan untuk mencacah sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R).
"Sekarang sudah ada 17 mesin Gibrig. Mesin Gibrig ini juga dterapkan di Kota Banyumas,” tuturnya, kemarin (24/6/2024).
Baca Juga: Pj Gubernur Desak Polda Bali Ungkap Tuntas Mafia Pengoplos Elpiji Bersubsidi hingga Divonis Hukuman oleh Pengadilan
Adapun satu mesin Gibrig disebutnya dapat mengolah sampah sebanyak 10 hingga 15 ton per harinya. Dengan demikian, secara keseluruhan TPS3R di Kota Denpasar dapat mengolah 225 ton sampah per hari.
Upaya ini sekaligus mengurangi sampah yang dibawa ke TPA Suwung. Selain mesin Gibrig, pihaknya juga memaksimalkan 145 bank sampah yang tersebar di empat kecamatan guna mengatasi masalah sampah.
Karena selain dapat mengatasi masalah sampah kota, masyarakat bisa mendapatkan tambahan pemasukan dari bank sampah ini.
Baca Juga: Sah! Perbekel Seluruh Jembrana Diperpanjang, Bupati Minta Jangan Malas-Malasan
"Sehingga ini kami harapkan bisa mengatasi sampah di Denpasar,” kata Arya Wibawa.
Lebih lanjut, pengelolaan sampah di Kota Denpasar berdasarkan keputusan Pj. Gubernur Bali, juga akan menggunakan insenerator.
Pasalnya Bali masih belum mempunyai opteker jika masih menggunakan pola RDF seperti sebelumnya. Namun jika RDF dikirim ke Jawa, maka akan dibebani oleh biaya pengiriman yang tinggi.***