DENPASAR, Radarbali.id - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tingkat SMP di Kota Denpasar sudah dimulai sejak kemarin (15/7) hingga (18/7).
Dalam pembukaan MPLS yang dipusatkan di SMP Negeri 9 Denpasar, Kepala Disdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama menyampaikan pelaksanaan MPLS berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 18 tahun 2016 tentang pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru.
Disebutkan bahwa MPLS perlu dilakukan kegiatan yang bersifat unik dan kreatif untuk mewujudkan sekolah sebagai tempat belajar yang aman, ramah anak, dan nyaman bagi peserta didik.
Sekaligus mewujudkan pencegahan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan dan implementasi sehat jiwa sebagai salah satu fokus dalam gerakan sekolah sehat.
“Melalui MPLS Kota Denpasar, wujudkan lingkungan belajar yang inklusif, berkebhinekaan, dan aman dengan tidak melakukan enam bentuk kekerasan yang mungkin terjadi di lingkungan satuan pendidikan,” tuturnya.
Di antaranya kekerasan fisik; kekerasan psikis; perundungan; kekerasan seksual; diskriminasi dan intoleransi; serta kebijakan yang mengandung kekerasan.
Oleh karenanya, MPLS tahun ini bertujuan untuk mengenali potensi dari siswa baru dan membantu siswa menghadapi lingkungan sekolah dan sekitarnya antara lain terhadap aspek keamanan fasilitas umum dan sarana prasarana sekolah.
Kemudian menumbuhkan motivasi semangat dan cara belajar efektif sebagai siswa baru, serta menambahkan interaksi positif antara siswa dan warga sekolah lainnya.
Terakhir, menumbuhkan perilaku positif antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman, dan persaudaraan kedisiplinan hidup bersih.
Baca Juga: Miris! Empat SD di Nusa Penida Klungkung Tak Dapat Siswa Baru Karena ini, Begini Sikap Disdikpora
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara pun tak menampik bahwa belakangan ini memang ada geng-geng di sekolah.
“Itu kami tekankan kepala sekolah-sekolah, (agar, red) benar-benar memperhatikan siswa didiknya dengan baik. Agar bagaimana memang komitmen pendidikan itu dijalankan dengan baik,” ujarnya.
Ia pun mengimbau agar masing-masing kepala sekolah dapat bijak untuk mengatensi masalah bullying. “Terutama media sosial kan kencang sekali dan di sekolah juga bagaimana. Kenapa (mengusung, red) semangat semua itu saudara, supaya tidak ada bully-bully di sekolah,” sambungnya. ***
Editor : Made Dwija Putera
Sumber : radarbali.jawapos.com