DENPASAR, Radarbali.id - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar catat sebanyak 91 kebakaran terjadi di Kota Denpasar selama periode Januari hingga Juni 2024.
Berdasarkan data, kebakaran rumah mencapai 10 kejadian; pelinggih atau pura 5; toko 8; lahan kosong 12; listrik 9; pohon 3; kendaraan 6; gudang 16; tabung gas 7; villa 1; sampah 8; restoran 1; SPBU 1; dapur 3; dan WiFi 1.
“(Penyebabnya, red) bervariasi. Ada arus pendek, dupa, dan kompor gas. Kalau lahan kosong akibat pembakaran sampah,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Tirana, Jumat 19 Juli 2024.
Pembakaran sampah yang dilakukan oleh warga kota pun sudah menjadi atensi dari Damkar maupun DLHK Kota Denpasar. “Sudah diimbau baik dari Damkar maupun dari DLHK, karena tidak boleh membakar sampah,” sambungnya.
Upaya berupa sosialisasi juga sudah dilakukan, baik melalui sosial media maupun tatap muka langsung dengan siswa SD, SMP, hingga SMK.
Termasuk juga menyasar ibu-ibu PKK se-Kota Denpasar melalui perwakilan masing-masing desa dan kelurahan. Selain membakar sampah, kebakaran di lahan kosong selama tahun 2024 juga dipicu faktor puntung rokok yang tak sengaja dibuang dalam keadaan menyala, serta faktor cuaca. “Kalau lahan kosong lebih banyak sekarang karena kemarau panjang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, meski belum diketahui jumlah pastinya, kejadian selama periode ini justru berkurang dibandingkan tahun lalu. Jumlah tersebut juga di luar kebakaran yang terjadi di TPA Suwung sebanyak tiga kali selama tahun 2024. Sementara data kebakaran pada bulan Juli masih dalam proses perekapan.
Pihaknya pun selalu bersiaga dengan sebelas unit mobil pemadam kebakaran ditambah sarana dan prasarananya, serta APD. ***
Editor : Made Dwija Putera