DENPASAR, Radarbali.id -KPU Provinsi Bali akan menjadikan Kota Denpasar dan Kabupaten Badung sebagai percontohan green election dengan kampanye tanpa baliho pada Pilkada Serentak 2024.
KPU Kota Denpasar pun mengaku siap dengan arahan tersebut. Pasalnya, green election tanpa kampanye sudah pernah diterapkan pada Pilawali 2020 lalu.
Ketua KPU Kota Denpasar, Dewa Ayu Sekar Anggaraeni memaparkan di Pilawali 2020 lalu, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan tim kampanye pasangan calon dan pada saat itu.
“Kedua tim kampanye tersebut setuju untuk tidak memasang baliho dan alat peraga kampanye lainnya yang tidak ramah lingkungan,” tuturnya, Sabtu 20 Juli 2024.
Hasilnya pun positif, tim kampanye mau mematuhi kesepakatan yang dituangkan juga dalam berita acara. Sekalipun masih ada beberapa baliho, tim kampanye mengaku APK tersebut berasal dari masyarakat pendukung.
Mengacu ke Pilwali 2020 lalu, APK yang tak ramah lingkungan diganti dengan menggunakan videotron. Menurutnya keberadaan videotron di Kota Denpasar sudah masif dan ada di empat kecamatan.
“Keberadaan videotron itu tersedia di semua kecamatan. Sehingga tidak menyulitkan paslon untuk melakukan sosialisasi melalui videotron,” paparnya.
Begitupun dari KPU Kota Denpasar juga telah dipasang videotron yang akan menayangkan paslon yang berkontestasi di Pilkada 2024.
Baca Juga: Kebut Tenggat Pilkada, KPUD Tabanan Klaim Coklit Pemilih Sudah Tuntas
Cara berikutnya yakni menggunakan APK dari bahan yang ramah lingkungan. Bahkan tahun 2020 lalu diselenggarakan juga lomba Alat Peraga Sosialisasi (APS) ramah lingkungan untuk masyarakat umum. Kelompok-kelompok pemuda atau STT pun berlomba-lomba membuat APS dari bahan slepan, busung, dan bahan ramah lingkungan lainnya.
“Mudah-mudahan ini nanti bisa juga ditiru oleh tim kampanye nanti untuk membuat APK ramah lingkungan. Sehingga selain menggunakan videotron, tetap bisa menggunakan alat-alat yang ramah lingkungan,” ungkapnya.
Pihaknya juga mengimbau peserta Pilkada 2024 nanti untuk lebih banyak menggunakan media sosial. Pasalnya, berdasarkan survei yang bekerja sama dengan kampus, media sosial paling efektif dan paling disenangi atau disukai oleh kelompok pemilih milenial.
“Sekaligus kami akan informasikan (kepada tim kampanye, red) bagaimana hasil survei terkait dengan pemasangan baliho. Di mana generasi milenial ternyata memang lebih menyukai kampanye melalui medsos,” sambungnya.
Guna mendukung green election, KPU Denpasar juga telah melakukan sosialisasi terkait hari dan tanggal pemungutan suara melalui TV publik yang ada di Kota Denpasar. Seperti di bank-bank pemerintah, hingga lembaga pemerintah maupun swasta yang ada TV layanan publiknya.
Baca Juga: Ajak Warga Semangat Sambut Pilkada, Ini yang Dilakukan Panwascam di Buleleng
Setelah ada penetapan paslon, pihaknya akan menawarkan untuk mensosialisasikan nama-nama beserta gambar atau foto paslon melalui TV layanan publik ini.
“Sehingga seharusnya dengan upaya-upaya yang sudah kami lakukan atau tawarkan itu, tidak perlu ragu para paslon yang nanti akan berkontestasi, bahwa ketokohan atau figurnya tidak dikenal oleh masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, melalui berbagai upaya tersebut, KPU Denpasar optimistis bisa menerapkan green election di Pilkada Serentak 2024 ini, dengan tetap mengacu pada regulasi yang ada.
“Kami optimistis bahwa kami akan siap mengkoordinasikan dan mendiskusikan hal ini dengan tim kampanye. Serta mengimbau dan mengajak mereka untuk menyepakati green election,” kata Sekar. ***
Editor : Made Dwija Putera