DENPASAR, radarbali.id - Kasus rabies terus menjadi fokus perhatian dari Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pertanian (Distan). Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, Anak Agung Gde Bayu Brahmasta menyampaikan pihaknya telah melakukan beragam upaya dalam mendukung pencegahan rabies.
Salah satunya dengan melaksanaan vaksinasi rabies di empat kecamatan Kota Denpasar. Termasuk dengan vaksinasi rabies secara door to door ke desa/kelurahan.
Seperti diketahui, populasi Hewan Penular Rabies (HPR) pada tahun 2024, khususnya anjing, diprediksi mencapai 82.195 ekor. Pihaknya pun telah menargetkan agar pelaksanaan vaksinasi rabies dapat menyasar 73.975 ekor.
Baca Juga: Polsek Kuta Kecolongan Lagi, Komplotan Jambret Terus Makan Korban WNA
“Kami targetkan 90 persen dari prediksi populasi. Per bulan Juli Tahun 2024 ini, capaian vaksinasi rabies telah mencapai angka 73,94 persen atau setara dengan 60.772 HPR,” paparnya.
Pihaknya pun sebelumnya menyampaikan telah menyiapkan sekitar 10 ribu dosis vaksin rabies di Kantor Distan Denpasar. Jumlah tersebut masih cukup hingga bulan Agustus mendatang.
Apabila stok di kantor sudah mulai menipis, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali untuk membantu stok vaksin. Hal ini dikarenakan stok vaksin akan disesuaikan juga dengan tempat penyimpanan di Distan Denpasar. Sehingga perputarannya tidak terlalu lama.
Baca Juga: Suami Pergoki Istri dan Lelaki PNS Mendesah Kencang di Kamar Hotel, Langsung Lapor Polisi
Selain vaksinasi, Distan Denpasar turut melaksanakan kontrol populasi dengan sterilisasi anjing liar. Kemudian melakukan pencegahan dengan menggencarkan kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) tentang bahaya penyakit rabies dan resiko yang ditimbulkan.
Kegiatan pengawasan lalu lintas HPR serta pembentukan Tim Siaga Rabies (TISIRA) juga terus dilakukan dalam rangka mengaktifkan peran masyarakat.
Termasuk dengan melakukan pendataan jumlah anjing setiap tiga bulan sekali. Sehingga dapat ditemukan data baru terkait anjing baru datang, anjing mati, maupun anjing liar di Kota Denpasar.
Baca Juga: Satgas Pangan Tinjau Sentra Cabai di Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Ternyata Gegara Ini
“Semoga upaya pencegahan rabies berkelanjutan di Kota Denpasar dapat terus dioptimalkan," kata Bayu.
Terlebih Provinsi Bali, khususnya Kota Denpasar masih bertumpu pada sektor pariwisata.***
Editor : M.Ridwan