DENPASAR, Radarbali.id - Sebanyak 32.626 UMKM bergeliat di Kota Denpasar hingga akhir tahun 2023. Menariknya, 30 persen dari UMKM yang ada di Kota Denpasar dikelola oleh anak-anak muda.
Fungsional Pengembang Kewirausahaan Diskop UMKM Kota Denpasar, I Gede Abdi Pustaka menyebutkan pihaknya telah mendata kurang lebih 8 ribu wirausaha muda dengan usia di bawah 30 tahun.
”Ada peningkatan (dari tahun sebelumnya, red), tapi peningkatannya kurang begitu signifikan. Paling tidak 2 sampai 5 persen per tahunnya,” ujarnya, Jumat 2 Agustus 2024.
Di awal, para peserta akan mendapatkan beberapa pendampingan kelas inkubasi. Ada inkubasi berkaitan dengan perizinan; permodalan; pengembangan produk; pemasaran; dan terakhir kelas inkubasi agar bisa memperluas pasarnya ke jaringan nasional maupun internasional.
”Kami berikan coaching-coaching dari profesional. Misalnya di permodalan, kami minta bantuan perbankan bagaimana mensosialisasikan KUR dan penggunaan QRIS,” terangnya.
Sementara jika berkaitan dengan perizinan, pihaknya menggandeng Dinas Penanaman Modal terkait dasar yang harus dimiliki oleh usaha. Seperti halnya Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga izin P-IRT maupun BPOM untuk usaha kuliner.
Upaya lain juga digalakkan Diskop UMKM Kota Denpasar dalam mendorong wirausaha muda. Seperti berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata melalui BEKRAF, maupun Graha Yowana Suci untuk ikut mendorong anak muda terus berkreatif memiliki usaha.
”Selain itu, kami lakukan juga diklat-diklat atau pelatihan yang menyasar anak muda. Seperti pelatihan coffee shop yang memperkenalkan kopi dari hulu ke hilir,” ungkapnya.***
Editor : Made Dwija Putera