DENPASAR, radarbali.id - Ratusan masyarakat berbagai elemen bergotong royong membersihkan sungai Tukad Badung, di tiga titik DAS (Daerah Aliran Sungai). Pos 1 sungai di Pasar Badung; Pos 2 di jalan Pulau Biak dan Pos 3 di Jalan Pulau Misol/ Imam Bonjol, Minggu pagi (25/8/2024).
Cuaca yang tetiba mendung dan gerimis tidak menyurutkan semangat warga ikut turun tangan secara kolaboratif membersihkan sungai di Denpasar.
Bahkan Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, hadir dan ikut terjun mengentas sampah sebagai wujud kongkrit dukungan even Tukad Badung Bersih yang diselenggarakan oleh Jawa Pos Radar Bali, RadarBali.id dan Jawa Pos TV Bali.
Sebelum menggelar bersih-bersih, diawali dengan sosialisasi dari Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas LHK Kota Denpasar I Ketut Adi Wiguna mengajak masyarakat melakukan pilah sampah. Jaga sungai! Jangan jadikan sungai tempat sampah.
Sungai dipenuhi sampah, akan bermuara ke laut yang menyebabkan biota di laut akan punah. “Di laut ada ikan, ikan bisa makan plastik. Kemudian itu kita konsumsi?,” kata Adi Wiguna.
Adi Wiguna mengajak masyarakat menularkan ajakan pilah sampah, ke keluarganya dan teman-teman mereka untuk melakukan pilah sampah dari sumber. Dengan memilah sampah, mengurangi sampah yang dibuang.
“Bagaimana mengedukasi agar mampu memilah sampah dari sumber. Mohon bapak/ibu disampaikan ke saudaranya,” pinta Adi Wiguna.
Sementara itu, diwawancarai di sela-sela kegiatan dengan Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Denpasar, Gandi menjelaskan, pasukan biru prokasih milik Dinas PUPR Kota Denpasar setiap hari melakukan bersih-bersih sungai. Sampah yang diangkut dari sekitar 3 ton. Yang membuat berat kebanyakan kayu-kayu.
Dijelaskan sungai adalah tempat yang suci, sumber kehidupan, sumber air minum, sumber keanekaragaman hayati berupa flora dan fauna serta tempat melaksanakan upacara keagamaan.
“Sudah sepantasnya kita menjaga, melindungi, merawat dan melestarikan sungai untuk kehidupan kita dan generasi yang akan datang dengan tidak membuang sampah dan limbah ke dalam sungai,”jelas Gandi.
Bagaimana dampaknya kalau sungai jadi tempat sampah? Sungai akan merespons perlakuan manusia kepadanya, apabila membuang sampah ke sungai, akan terjadi penyumbatan, pendangkalan, penyempitan , pencemaran dan kerusakan yang pada akhirnya akan menimbulkan banjir yang sangat merugikan kehidupan.
”Kita buang sampah akan jadi tersumbat, kalau sudah rusak salurannya airnya akan meluber,” jelas Gandi.
Gelaran Sosialisasi dan Aksi bersih-bersih Tukad Badung ini di didukung penuh Pemkot Denpasar, Polresta Denpasar, Korem 163/Wira Satya, KODIM 1611/Badung, The Apurva Kempinsky, Bank Syariah Indonesia (BSI) Area Bali Nusra, MA Al Makruf Denpasar, MA Al Muhajirin Denpasar, HMI Cabang Denpasar, MW KAHMI Bali, BWS Bali Penida, PUPR Denpasar, SMAN 11 Denpasar, SMAN 8 Denpasar, SMAN 9 Denpasar, SMAN 3 Denpasar, BPBD Bali, JNE Express, Perumda Pasar, DPRD Denpasar, Hightscope School, Undiknas, PT. Temprina, Jawa Pos Radar Bali, radarbali.id, Jawa Pos TV Bali, dan sejumlah pelajar SMP se Denpasar. ***
Editor : M.Ridwan