Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Semarak Peringatan Maulid Nabi di Tengah Hujan, Warga Kampung Islam Kepaon Pawai Taaruf dengan Bale Suji  

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Selasa, 17 September 2024 | 03:44 WIB
PAWAI: Kegiatan pawai taaruf  warga Kampung Islam Kepaon serangkaian peringatan Maulid Nabi, Senin, 16 September 2024.
PAWAI: Kegiatan pawai taaruf  warga Kampung Islam Kepaon serangkaian peringatan Maulid Nabi, Senin, 16 September 2024.

DENPASAR, Radar Bali - Peringatan Maulid Nabi disambut meriah oleh ribuan warga Kampung Islam Kepaon dari tahun ke tahun. Warga tampak berkumpul memadati kawasan Masjid Al Muhajirin sejak pukul 07.00 Wita, Senin, 16 September 2024.

 

Diawali dengan pawai taaruf, warga berkeliling kampung sejauh 1 km dengan membawa bale suji yang berisikan telur hias. Tarian khas Kampung Islam Kepaon, Tari Rodat juga ikut mengiringi pawai di tengah guyuran hujan.

 

”Dari awal Alhamdulillah atensi semangat masyarakat dari tahun ke tahun, sampai tahun ini lumayan (dengan, Red) semangat ghirah, kecintaan pada nabinya,” kata Ketua Umum Yayasan Masjid Al Muhajirin, Haji Fathurrahim ketika ditemui selama perayaan.

 

Tema Maulid Nabi tahun ini adalah semangat persatuan dan kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW. Rangkaian kegiatan dilaksanakan oleh seluruh warga kampung Islam Kepaon dan juga beberapa tokoh yang hadir.

 Baca Juga:   Meriahkan Peringatan Maulid Nabi 2024, Penjual Kembang Telur di Pemogan Mulai Banjir Pesanan

Para tokoh hingga sepuh masyarakat di wilayah ini hadir membersamai dengan rasa kebersamaan dengan konsep menyama braya. Seperti halnya tokoh Puri Pemecutan.

 

Tahun ini, disebutnya ada lebih dari 6 ribu telur yang disiapkan untuk peringatan di Masjid Al Muhajirin. ”Jadi simbolnya adalah apa pun telur itu diracik, dibungkus sedemikian rupa, telur itu tidak mengubah esensinya. Dia tetap telur. Demikian juga manusia,” paparnya.

 

Disampaikannya bahwa apapun keadaan, jabatan, dan kedudukannya, manusia tetaplah manusia yang harus meneladani Rasulullah, bertauhid kepada Allah dan Rasull-Nya.

 

Tak hanya pawai, uniknya di Kampung Islam Kepaon juga dilaksanakan kegiatan khitanan untuk anak-anak di kampung Islam Kepaon dan sekitarnya. Kurang lebih 20 anak sudah terdaftar untuk melakukan khitanan. ”Kemudian ada beberapa kegiatan inti ceramah Maulid yang Insyaallah disampaikan oleh Kyai Haji Anwar,” terangnya.

Baca Juga: Melihat Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Pegayaman, Sokok Base Ditetapkan sebagai Warisan Budaya

Telur-telur dari peringatan Maulid Nabi pun dibagikan pada masyarakat setelah ceramah. Meskipun perayaan tetap sama dari tahun ke tahun, diharapkan pada momentum ini, umat dapat memperteguh keimanan kepada Tuhan. ”Kedua, memperkokoh keteladanan nabi. Itu terus menerus dilaksanakan sebagai simbol bahwa kita umat Rasulullah meneladani beliau,” sambungnya. ***

 

 

Editor : Made Dwija Putera
#Kampung islam kepaon #telur hias #maulid nabi #pawai taaruf