DENPASAR, Radarbali.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar menunjukkan keseriusannya untuk mengatasi permasalahan kemacetan di kawasan Jalan Danau Tamblingan, Kelurahan Sanur, Denpasar Selatan.
Seperti diketahui, kawasan tersebut kerap kali padat karena berada di kawasan wisata Sanur. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar, I Ketut Sriawan menyampaikan pengadaan shuttle bus listrik menjadi salah satu upaya dalam mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Tamblingan.
Shuttle bus listrik pun dipilih dalam rangka Denpasar menuju clean and green yang digagas pada masa kepemimpinan Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara.
”Pak Wali Kota meminta dan berusaha kawasan pariwisata (di Denpasar, red) bebas polusi dengan mobil listrik. (Sekaligus, red) dapat mengurangi polusi udara dan kebisingan di kawasan wisata Sanur,” paparnya, kemarin (9/10).
Keberadaan shuttle bus listrik juga berfungsi sebagai feeder angkutan perkotaan. Sehingga dapat mengurangi kendaraan pribadi.
”Di samping juga disinergikan dengan fasilitas pejalan kaki trotoar yang baik jalur sepeda dan ada bike sharing (untuk mengatasi kemacetan, red). Semua terintegrasi dengan pusat kegiatan di kawasan Sanur,” sambungnya.
Hingga saat ini, proses pengadaan shuttle bus masih dalam proses oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Dishub Kota Denpasar. Nantinya shuttle bus listrik akan menggunakan rute one way dari kantong parkir Mertasari, melintasi Jalan Danau Tamblingan, dan sampai ke kantong parkir Segara.
”Sarana angkutan itu sudah ada dan sudah terkoordinasi juga dengan stakeholder di Sanur, terutama Desa Adat Intaran dan di kawasan Sanur,” kata Sriawan.
Adapun shuttle bus listrik yang sudah disiapkan sebanyak enam unit dengan anggaran kurang lebih Rp4 miliar dan akan digratiskan untuk masyarakat. Uji coba akan dimulai per bulan Desember dengan estimasi satu bulan. Sehingga ditargetkannya shuttle bus listrik sudah siap untuk beroperasi ketika HUT Kota Denpasar.
Kantong-kantong parkir pun sudah ditata sedemikian rupa agar tidak terjadi kemacetan di kawasan Jalan Danau Tamblingan. ”(Kantong parkir Mertasari dan Segara, red) dua titik besarnya. Tetapi kami ingin memberikan peluang juga kantong-kantong parkir milik masyarakat,” kata Sriawan.
Pengelolaan kantong parkir akan kolaborasi dan kerja sama dengan Perumda Bukti Praja Sewakadharma yang mengelola parkir.
Lebih lanjut, shuttle bus listrik di Jalan Danau Tamblingan akan beroperasi selama jam operasional kegiatan di kawasan tersebut. Kapasitas shuttle bus listrik akan tergantung daripada bangkitan perjalanan di kantong-kantong parkir. ***
Editor : Made Dwija Putera