Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dokar Wisata Kota Denpasar Dipastikan Tetap Gratis hingga 2025, Ini Penjelasan Kepala Dinas Pariwisata

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Kamis, 24 Oktober 2024 | 04:10 WIB
DIGRATISKAN: Kendaraan dokar wisata di Kota Denpasar  masih tetap eksis dan masyarakat mau pun wisatawan bisa menikmati secara gratis hingga tahun 2025.
DIGRATISKAN: Kendaraan dokar wisata di Kota Denpasar masih tetap eksis dan masyarakat mau pun wisatawan bisa menikmati secara gratis hingga tahun 2025.

DENPASAR, Radarbali.id - Kendaraan tradisional dokar masih eksis hingga kini dan bisa dinikmati oleh masyarakat maupun wisatawan di kawasan Heritage Kota Denpasar. Titiknya ialah di Jalan Sulawesi, Pasar Badung dan Terminal Tegal dengan masing-masing titik sudah tersedia empat dokar.

Khusus di hari Sabtu dan Minggu, masyarakat maupun wisatawan dapat berkeliling kawasan heritage secara gratis mulai pukul 09.00 hingga 16.00 Wita. Di tahun 2025, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Ni Luh Putu Riyastiti memastikan program dokar gratis akan tetap dilaksanakan.

”Tetap gratis dan kami sudah lengkapi treatment audio yang bisa menjelaskan tentang heritage atau situs yang dilewati.  Karena kami tahu kelemahan dari dokar kami adalah kami memberdayakan orang-orang tua,” tuturnya, kemarin (23/10).

Diakuinya, mereka tidak bisa atraktif menjelaskan maupun menyapa tamu, dan hanya menjalankan tugasnya sebagai kusir. ”Pakai aplikasi, di 2024 sudah ada, cuma sekarang ini kami upgrade lagi, karena ini masih belum sempurna dan baru langkah awal kami. Masih dimatangkan,” sambungnya.

Kusir yang akan bekerja pun masih sama dengan tahun 2024 ini. Begitupun dengan rutenya yang masih mengitari kawasan heritage Denpasar saja, serta armadanya yang masih sama dengan memberdayakan kusir yang ada.

Pihaknya pun sempat ingin mencoba untuk menambah armada, tetapi dibuat seperti bukan dokar dan kapasitasnya lebih besar. ”Perajin dokarnya ada tidak di sini dan ditambah dengan kemacetan sekarang, apakah kami bisa mencapai sebuah solusi? Perlu kami pikirkan,”  kata Riyastiti. **

 

 

Editor : Made Dwija Putera
#Dokar #dinas pariwisata denpasar #heritage #Heritage Gajah Mada #dokar di Denpasar