DENPASAR, Radarbali.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) melakukan penataan pada tempat olahraga di Lapangan Puputan Badung, Denpasar sejak bulan Oktober 2024 ini.
Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Pertamanan DLHK Kota Denpasar Ida Ayu Widhiyanasari menyampaikan, penataan dimulai dari penggantian atap menjadi atap membran seperti yang sudah ada sekarang. Kemudian bagian lantainya ditata rapi menjadi satu bidang datar. ”Kalau dulu masih ada perbedaan lokasi dan nanti alat-alat olahraganya akan diganti baru. Sepuluh unit akan dipasang dan baru dipasang setelah penataan lantai,” terangnya, kemarin (29/10).
Pasalnya, kondisi alat olahraga di Lapangan Puputan Badung sudah rusak parah, keropos, berkarat, dan tidak higienis juga. Sehingga pihaknya tidak akan memperbaiki yang lama, melainkan seluruhnya diganti dengan baru.
Di antaranya alat olahraga double tai chi palm spinner; double seats body pulling station; single bike; elliptical cross trainer walker; serta double sit up board station. Kemudian alat olahraga single butterfly; leg press; single horse rider; seesaw; dan double air walker.
Adapun alat olahraga menelan anggaran dari APBD untuk pagu Rp200 juta dan penataan Rp250 juta. Sehingga total anggaran untuk penataan atap, alat, lantai, hingga peninggian fondasi sebesar Rp450 juta. ”Kami sudah mulai (pengerjaan, red) dan mudah-mudahan tidak ada arah melintang, di November ini kami targetkan sudah beres,” kata Widhiyanasari.
Diharapkannya, penataan sarana olahraga ini dapat dijaga dan dirawat bersama. Sehingga alat-alat olahraga di lapangan bisa awet dan dipergunakan sesuai dengan fungsinya. Selain penataan sarana olahraga, DLHK Denpasar juga tengah berproses untuk detail engineering design (DED) Monumen Puputan Badung.
Apabila DED sudah rampung, ditargetkannya desain sudah jadi sebelum Desember 2024. ”Bangunan itu nanti menceritakan bagaimana kejadian sebelum, saat, dan pasca Perang Puputan. Jadi masyarakat bisa membaca dari monumen yang ada,” sambungnya. Fisiknya akan mulai dieksekusi tahun 2025 mendatang. Dana yang diusulkan berkisar antara Rp10 miliar hingga Rp12 miliar dari APBD. Tetapi belum ada realisasi anggaran akan dipatok. ****
Editor : Made Dwija Putera