DENPASAR, Radarbali.id - Tiga TPST di Kota Denpasar belum beroperasi secara optimal sepanjang tahun 2024 ini. Seperti diketahui, TPST Ngurah Rai telah ditutup lebih dulu pada bulan Maret 2024. Sementara pemutusan kontrak dengan pihak pengelola TPST Kesiman Kertalangu dan TPST Padangsambian Kaja dilakukan pada bulan September 2024 dan ditutup sementara.
Pasalnya, pihak pengelola belum bisa memenuhi target sesuai kontrak. Setelah pemutusan kontrak, Pemkot Denpasar pun akan bersiap mencari investor baru yang lebih handal dan teruji dalam pengolahan sampah tanpa bau.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana ungkap saat ini Pemkot Denpasar melalui DLHK terus melakukan pembahasan lebih lanjut dengan pemerintah pusat mengenai TPST.
”DLHK sudah ada pertemuan dengan Kementerian Marves, Kementerian PUPR juga. Itu akan di-FGD-kan,” tuturnya usai Rapat Paripurna DPRD Kota Denpasar, kemarin (31/10).
Baca Juga: TPST Ditutup, Sampah Kembali Ditumpuk dan Menggunung, Investor Tiongkok Belum Jelas Menggarap
Selama rapat, Fraksi PSI NasDem DPRD Kota Denpasar pun mendorong agar ada pembangunan incinerator sebagai percepatan pemusnahan sampah, seperti halnya untuk di TPST.
”Ini masih dikoordinasikan lebih lanjut. Makanya nanti, apakah nanti sudah menggunakan teknologi incinerator, akan dikomunikasikan, dikoordinasikan lebih lanjut,” sambungnya.
DLHK dalam hal ini diakuinya sudah melaksanakan koordinasi lebih intens dan dilanjutkan dengan FGD. Karena dalam penerapannya perlu adanya perencanaan yang lebih detail lagi, serta lebih komprehensif secara terpadu.
Di samping itu, menurutnya yang terpenting juga adalah pemilahan sampah dari sumber yang sudah berjalan di Kota Denpasar per tanggal (1/10) lalu.
Baca Juga: Pakar Unud Soroti TPST Kesiman Kertalangu Tidak Penuhi Standar Syarat Sirkulasi Udara, Ini Ambisi PJ Gubernur Bali
Termasuk juga dengan meningkatkan bank sampah, mengembangkan teba, menggerakkan TPS3R, hingga menggalakkan edukasi terkait dengan pengolahan sampah dari sumbernya.
”Mudah-mudahan bisa mengurangi timbunan sampah. Pengurangan sampah kami lakukan terus, (juga, red) pengolahan sampah dengan bangun inovasi-inovasi yang ada,” kata Alit. ***
Editor : Made Dwija Putera