Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Memasuki Musim Hujan, Dinas PUPR Denpasar Intensifkan Antisipasi di Titik Rawan Banjir

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Selasa, 5 November 2024 | 04:13 WIB
BANJIR: Setiap musim hujan di sejumlah titik di kawasan Denpasar rawan banjir, Dinas PUPR Denpasar lakukan antisipasi.
BANJIR: Setiap musim hujan di sejumlah titik di kawasan Denpasar rawan banjir, Dinas PUPR Denpasar lakukan antisipasi.

DENPASAR, Radarbali.id - Hujan dengan intensitas tinggi dan berdurasi lama di menjadi perhatian dari Dinas PUPR Kota Denpasar. Pasalnya, kondisi ini dapat memicu terjadinya banjir di sejumlah titik.

 

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Denpasar, Gandhi Dhananjaya Suarka ungkap pihaknya telah melakukan antisipasi tiap harinya. Sedangkan antisipasi lebih maksimal telah dilakukan dari Senin (28/10) lalu dan rencananya sampai awal Desember 2024.

 

”Antisipasi kami untuk jangka pendek adalah pasti selalu melakukan normalisasi sungai, dengan melakukan pengontrolan atau pengerukan endapan sedimentasi,” tuturnya, kemarin (4/11).

 

Kemudian melakukan pengambilan sampah di saluran drainase kota dan beberapa sungai di Denpasar. Termasuk di titil-titik yang rawan banjir.

 Baca Juga: Rawan Banjir, Dinas PUPR Kota Denpasar Bangun Tiga Drainase, Ini Total Anggaran yang Dikeluarkan

Titik-titik banjir yang terdata dan gorong-gorongnya selalu tersumbat sampah ada di Jalan Pemuda Renon; Jalan Raya Puputan Renon; Jalan Gelogor Carik Pemogan; Jalan Pidada Ubung; Jalan Tukad Gangga; dan kawasan Pedungan.

 

Pihaknya menerjunkan sebanyak sepuluh orang petugas di tiap titik rawan banjir. Dilengkapi dengan satu armada truk pengangkut sampah dan endapan, sekop, cangkul, hingga pompa enam dim. 

 

”Pemkot sudah sangat siap mengantisipasi banjir. Mudah-mudahan tidak ada bencana yang terlalu besar,” kata Gandhi. 

 

Guna mendukung upaya dinas dalam mengantisipasi banjir saat musim penghujan, diimbaunya agar masyarakat tak membuang sampah ke saluran drainase dan sungai. Karena tempat tersebut bukanlah tempat pembuangan sampah. 

 

Diakuinya masyarakat sekarang dengan adanya peraturan pemerintah untuk memilah sampah dari sumber, serta penutupan beberapa TPS oleh Pemkot Denpasar, justru merasa sungai adalah tempat pembuangan sampah pengganti dari TPS. 

 

”Jadi tolong sekali masyarakat jangan membuang sampah ke sungai. Kalau bisa mereka membuat bak penampungan limbah domestik dapurnya atau domestik rumah tangga di dalam pekarangan,”  imbaunya. 

Kemudian sampai Oktober akhir diprediksi sudah 50 persen wilayah Bali masuk musim penghujan, khususnya Bali bagian tengah. ”Kemudian di awal November diprediksi sudah masuk 80 persen dan akhirnya Desember seluruh wilayah sudah masuk musim penghujan,” paparnya.

 

Puncak musim hujan diprediksi terjadi di bulan Desember dengan 50 persen wilayah Bali mengalami puncak musim hujan.  ”Kemudian Januari tambah lagi 40 persen dan sisanya 10 persen diperkirakan terjadi di bulan Februari. Jadi sebagian besar di Januari itu 90 persen wilayah Bali mengalami puncak musim hujan,” sambungnya.

 

Prediksi tersebut tak jauh berbeda dengan periode sebelumnya. Meski tahun ini secara prediksi terjadi fenomena La Nina yang berdampak pada penambahan curah hujan. Hanya saja levelnya lemah dan tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

 

Dengan mulai memasuki musim hujan, diimbaunya agar masyarakat selalu waspada dan hati-hati terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi ketika puncak musim hujan. ”Kemudian kami juga mengimbau kepada masyarakat selalu meng-update informasi dari BMKG, khususnya terkait peringatan dini untuk pengurangan risiko bencana yang mungkin terjadi,” kata Wiryajaya. ***

 

 

 

Editor : Made Dwija Putera
#sedimentasi #antisipasi banjir #musim hujan #banjir denpasar #dinas pupr