DENPASAR, Radarbali.id - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar catat sebanyak 31 kebakaran terjadi di Kota Denpasar selama periode bulan Oktober 2024.
Berdasarkan data, kebakaran rumah mencapai 2 kejadian; pelinggih atau pura 1; toko 3; lahan kosong 10; listrik 2; pohon 1; kendaraan 3; gudang 3; restoran 1; AC 1; kos-kosan 1; genset 1; kapal 1; dan laser 1.
”Cuaca panas jelas berpengaruh. Kedua, adanya lahan kosong. Karena panas yang tinggi, sehingga daun-daun banyak yang kering,” kata Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Tirana.
Sedikit pun ada pemicunya, maka terjadilah kebakaran. Pihaknya juga melakukan antisipasi kebakaran berupa pendinginan di TPA Suwung.
Baca Juga: Datangi Pasar Sri Bantas, Kediri, Tabanan, Tim Labfor Polda Telisik Penyebab Kebakaran
Pendinginan dilakukan secara rutin setiap dua hari sekali sekitar pukul 14.00 atau 15.00 WITA, dengan menggunakan dua armada. ”Ketiga, kebanyakan kebakaran terjadi karena korsleting dan keteledoran dari warga masyarakat terkait dengan pemasangan cuk stop kontak,” paparnya.
Di tahun 2024 ini, Damkar Denpasar sudah memiliki 11 armada yang disiagakan, hanya saja kebanyakan sudah dimakan usia. Oleh karenanya, Wali Kota Denpasar memberikan tambahan empat armada lagi pada APBD Perubahan 2024.
”Mudah-mudahan di akhir tahun ini sudah datang mobil armada. Jadinya kami tempatkan di masing-masing pos ada mobil besar (kapasitas, red) 5.000 liter dan mobil kecil isi 3.000 liter,” sambungnya.
Baca Juga: Datangi Pasar Sri Bantas, Kediri, Tabanan, Tim Labfor Polda Telisik Penyebab Kebakaran
Seandainya terjadi kebakaran, pos terdekat akan bergerak ke lokasi kejadian dan akan disusul oleh pos lainnya. Lebih lanjut, dirinya turut mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan disiplin akan kejadian kebakaran.
”Mengingat cuaca di akhir tahun ini cukup panas, sehingga memicu terjadinya kebakaran. Dan juga tetap disiplin dalam menghidupkan kompor, memasang cuk,” ujar Tirana. Atau pun dalam memperbarui instalasi masyarakat yang sudah lama. Karena penambahan daya listrik juga dapat memicu terjadinya korsleting. ***
Editor : Made Dwija Putera