Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dukung Kreativitas Yowana, Dana BKK STT di Kota Denpasar Naik Menjadi Rp 20 Juta di Tahun 2025

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Rabu, 11 Desember 2024 | 13:30 WIB

KREATIVITAS:  Anggaran BKK untuk Sekaa Teruna-Teruni (STT) di Denpasar ditingkatkan di tahun 2025 yang bisa digunakan untuk membikin ogoh-ogoh dan kegiatan pelestarian kesenian budaya.
KREATIVITAS: Anggaran BKK untuk Sekaa Teruna-Teruni (STT) di Denpasar ditingkatkan di tahun 2025 yang bisa digunakan untuk membikin ogoh-ogoh dan kegiatan pelestarian kesenian budaya.

DENPASAR, Radarbali.id
- Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar senantiasa memberikan dukungan kepada banjar adat, desa adat, dan Sekaa Teruna-Teruni (STT) tiap tahunnya berupa Bantuan Keuangan Khusus (BKK).

Kepala Disbud Kota Denpasar Raka Purwantara menyampaikan, lembaga-lembaga tersebut merupakan pilar-pilar pelestari seni dan budaya yang ada di Bali pada umumnya, dan khususnya di Denpasar. Pihaknya pun akan menaikkan jumlah dana BKK untuk STT di tahun 2025.

”Untuk 2025 mendatang, BKK kepada STT yang ada di Denpasar nilainya dinaikkan dari yang di 2024 Rp10 juta menjadi Rp 20 juta,” ujarnya, kemarin (10/12).

Berdasarkan petunjuk teknis (juknis) Peraturan Walikota Denpasar, BKK dapat digunakan sebagai bagian dari implementasi Tri Hita Karana yang ada di masing-masing banjar, desa adat, dan sekaa teruna.

Baca Juga: Ketika Pemkot Denpasar Tambah Klaster Penerimaan Pajak Digital, Sasar WP di Kawasan Teuku Umar Timur dan Teuku Umar Barat

Dengan demikian, dana BKK dapat digunakan untuk Palemahan, Parahyangan, dan Pawongan. Seperti misalnya kreativitas STT maupun di bidang kerohanian.

”Kegiatan di bidang kerohanian juga boleh kalau memang ada di sebuah banjar atau desa adat seperti di Renon tidak membuat ogoh-ogoh, jadi bantuan BKK tersebut bisa digunakan untuk kegiatan pelestarian kesenian budaya,” kata Raka.

BKK untuk STT pun memang secara rutin diberikan oleh Pemkot Denpasar tiap tahunnya. Berawal dari Rp3,5 juta hingga dinaikkan menjadi Rp 10 juta.

Kemudian dengan semakin membaiknya perekonomian dan Pendapatan Asli Daerah Kota Denpasar di tahun 2024, akhirnya dana BKK untuk STT dinaikkan menjadi Rp 20 juta di tahun 2025 mendatang.

Adapun sekaa teruna yang tercatat di Kota Denpasar dan akan menerima BKK berjumlah 375 STT. Nantinya STT wajib mengajukan proposal yang lengkap dengan rincian penggunaan anggaran Rp20 juta tersebut.

Baca Juga: Ini 21 Nominasi Terbaik Ogoh-ogoh Kabupaten Badung 2024, Pengumuman Usai Perayaan Nyepi

Proposal wajib diserahkan ke desa yang menaungi sekaa teruna tersebut. Nantinya dana BKK akan dicairkan melalui pemerintah desa. ”Pengesahan APBD 2025 ini paling tidak awal Maret sudah bisa diimplementasikan untuk pencairan BKK Sekaa Teruna,” ujarnya.

Melalui dana stimulan berupa BKK yang diberikan oleh Pemkot Denpasar, diharapkannya kreativitas yowana se-Kota Denpasar bisa semakin meningkat melalui potensi masing-masing banjar.

Sekaligus agar pelestarian seni budaya yang memang sudah tumbuh dan berkembang di masyarakat Kota Denpasar bisa berjalan kelestariannya. ”Kami juga berharap kreativitas dan inovasi-inovasi lahir dari banjar adat, sekaa teruna yang sudah terayomi oleh pemerintah kota lewat dana stimulus BKK yang diberikan setiap tahun,” paparnya. ***

 

 

Editor : Made Dwija Putera
#pelestarian budaya #nyepi #BKK #yowana #pemkot denpasar