DENPASAR, Radar Bali - Hari Raya Natal identik dengan pohon natal yang dihias sedemikian rupa. Namun, ada yang berbeda di Kebon Vintage, Denpasar yang menggunakan topi tentara sebagai bahan utamanya.
Pemilik Kebon Vintage Cars Bali, Jos Dharmawan ungkap tiap tahunnya ia memang mengkreasikan pohon natal dengan barang-barang bekas yang ada. Contohnya tiga tahun lalu yang memanfaatkan drum bekas untuk dijadikan pohon natal.
”Tahun ini kami sedikit berubah. Kebetulan ada banyak topi bekas latihan tentara, jadi kami pakai dengan jumlahnya sekitar 150-an untuk mendapat tinggi 6 meter,” jelasnya.
Baca Juga: Rumah Sakit Puri Raharja Meriahkan Natal dengan Pohon Setinggi 7,5 Meter
Konsep unik ini berawal dari latar Natal yang dirayakan sebagai peringatan kelahiran Yesus Kristus di seluruh dunia. Tuhan akan datang ke dunia untuk melindungi dan menyelamatkan manusia.
”Jadi secara simbolik saya sengaja mengambil topi tentara itu, karena tentara itu biasanya latihan untuk melindungi. Melindungi negaranya, melindungi rakyatnya,” sambungnya.
Adapun topi tentara bekas ini didapatnya dari teman yang berada di Surabaya. Proses pembentukan pohon natal dan pemasangan topi-topinya memakan waktu tiga hari.
Baca Juga: Hari Raya, di Rutan Negara, Jembrana, Dua Napi Mendapat Remisi Natal, Ada Warga Asingnya
Lebih lanjut, per harinya sekitar 30 hingga 40 orang pengunjung yang datang ke Kebon Vintage, dengan 90 persennya adalah wisatawan Australia. ”Biasanya pengunjung sekalian foto-foto, karena Pohon Natal di sini kan selalu menampilkan (konsep, red) yang kadang-kadang mereka tak terpikirkan,” kata Jos.
Sekaligus menyemarakkan Hari Raya Natal dan merayakan hari kelahiran Tuhan Yesus Kristus bagi umat yang merayakan. Pohon natal ini pun akan dipajang dan masih bisa ditemui hingga bulan Februari 2025 mendatang. ***
Editor : Made Dwija Putera