DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Kemacetan menjadi salah satu fokus dari Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar.
Salah satu titik rawan kemacetan yang perlu diatensi khusus yakni di kawasan Patung Titi Banda, Jalan Bypass Ngurah Rai, Denpasar.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, Ketut Sriawan ungkap pihaknya menggandeng seluruh stakeholder terkait dalam mengatensi kemacetan ini.
Di antaranya Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Kota Denpasar, Dinas Perhubungan Provinsi Bali, PJN Wilayah III Bali, dan Polda Bali melalui rapat koordinasi dan pemantauan langsung lalu lintas, kemarin (6/2).
"Tindak lanjut kami di Dishub Kota Denpasar telah memasang rambu larangan parkir dan juga telah melakukan penertiban rutin," ujarnya.
Pasalnya, kemacetan yang terjadi disebabkan oleh parkir truk dan angkutan barang.
Selain mengantisipasi adanya truk dan angkutan barang yang parkir sembarangan, dilakukan juga penertiban bangunan bedeng yang menganggu keindahan wajah kota dan keselamatan para pengguna jalan.
"Kegiatan dengan skala yang lebih besar seperti kali ini perlu dilakukan, karena kawasan ini merupakan jalan nasiona. Ditambah juga sejumlah ruas jalan di area ini kurang rapi. Semua jadi kesatuan fokus yang harus ditindaklanjuti segera," sambungnya.
Dengan demikian, permasalahan bisa langsung ditangani dengan baik. Dalam jangka pendek, pihaknya akan dilaksanakan penertiban.
Kemudian dalam jangka menengah maupun panjang, akan dilakukan penataan menyeluruh kawasan ini secara terpadu dan terintegrasi.
Diharapkannya agar upaya ini dapat menyelesaikan persoalan yang ada dan bermanfaat untuk masyarakat, khususnya di bidang lalu lintas angkutan jalan.
Lebih lanjut, Kabagbinopsnal Dit. Lantas Polda Bali, AKBP. I Gede Putu Putra Astawa turut mendukung penataan wilayah di area Patung Titi Banda yang bersinergi dengan stakeholder terkait. Ia menyampaikan agar pembahasan dan pemantauan ini segera mungkin bisa ditindaklanjuti.
Baca Juga: Wujudkan Kemitraan Strategis, Jurnalis Jawa Pos TV Bali dan Warta Bali Mendapat Beasiswa Magister dari LSPR
"Namun yang harus diperhatikan terlebih dahulu bagaimana mengantisipasi konflik yang mungkin saja bisa terjadi dengan para pedagang dan juga truk serta angkutan barang yang parkir secara tidak tertib ini," paparnya.
Sekaligus memperhatikan pembenahan saluran irigasi sebelum melakukan penataan lebih lanjut.***