DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar akan kembali melaksanakan Pasar Murah dalam rangka menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan 2025.
Pasar Murah pertama telah digelar di Balai Banjar Dajan Tangluk, Kelurahan Kesiman, Denpasar Timur, kemarin (8/4/2025) dan akan dilanjutkan di lokasi lainnya.
"Untuk Galungan dan Kuningan ini delapan kali dengan delapan lokasi (Pasar Murah, red). Kami majukan (tanggal, red) untuk Pasar Murah karena terbentur libur-libur," ujar Pengawas Perdagangan Ahli Muda di Disperindag Kota Denpasar, Ni Kadek Andriyani.
Baca Juga: 2025 Sosialisasi, Larangan Jual Air Kemasan di Bawah 1 Liter Sesuai Peraturan Pusat, Ngeri Sampah di Bali per Hari sekitar 3.500 Ton
Oleh karenanya Pasar Murah akan diselenggarakan di hari kerja. Di antaranya di Wantilan Pura Dalem Suda, Desa Sidakarya pada Rabu (9/4); Balai Banjar Bhuana Merta, Desa Tegal Harum pada Kamis (10/4); Wantilan Desa Adat Penatih Puri pada Jumat (11/4).
Dilanjutkan di Yayasan Pendidikan Islam Quba, Desa Tegal Kertha pada Sabtu (12/4); Wantilan Pura Dalem Yang Batu, Desa Dangin Puri Kelod pada Senin (14/4); Kantor Desa Padangsambian Kelod pada Selasa (15/4); dan terakhir di Balai Banjar Abian Kapas Kelod, Kelurahan Sumerta pada Rabu (16/4).
"(Tujuannya, red) untuk memberikan harga yang terjangkau, yang murah kepada masyarakat. Mungkin lebih murah lagi Rp2.000 atau Rp3.000 di pasaran itu sangat berarti bagi masyarakat yang kebutuhan untuk hari raya, untuk sehari-hari," jelasnya.
Baca Juga: Baru Diungkap! Dewan Soroti Dugaan Praktik Kawin Kontrak Kuasai Properti di Bali, Wagub Giri Prasta Bilang Butuh Aturan ini
Misalnya harga cabai bisa didapatkan seharga Rp80.000/kg, yang lebih murah Rp10.000 jika dibandingkan di pasaran. Kemudian bawang merah Rp18.000 per 1/2 kg; Minyakita seharga HET Rp15.700/liter yang biasa dijual Rp16.000 atau Rp16.500/liter di pasaran; beras SPHP Rp57.000/5 kg yang di pasaran seharga Rp60.000. Termasuk beras premium Rp76.000/5 kg.
"Dari Bulog (menyalurkan, red) satu ton untuk SPHP dan premium. (Paling dicari, red) LPG 3 kg, minyak goreng, sama beras. Kami datangkan 100 tabung LPG 3 kg untuk satu kali event di satu kali lokasi," kata Andriyani.
Gas melon bisa didapatkan serhaga HET Rp18 ribu, dengan syarat harus menyertakan KTP saat pembelian di lokasi. Dengan adanya Pasar Murah, diharapkannya agar dapat meringakan beban masyarakat dan memberikan efek positif.
Baca Juga: Fakta Membuktikan! Pembakar Vila Devalaya Ungasan Kuta Selatan Mantan Sekuriti, Ternyata Membakar Karena ini
Warga yang datang pun merasa terbantu dengan adanya Pasar Murah. Seperti I Nyoman Subiakta, 64, yang datang sejak pagi untuk membeli LPG 3 kg.
"Dari harga cukup murah Rp18.000, terbantu sekali. Kalau dibandingkan di luar Pasar Murah bisa Rp23.000, apalagi kemarin sempat Rp30.000 saat terjadi kelangkaan dulu," ungkapnya.
Selain membeli gas melon, ia juga berencana membeli bawang dan beras untuk menyambut Hari Raya Galungan dan Kunngan.
Baca Juga: Rektor Unud Setuju Batalkan PKS dengan Kodam IX Udayana karena Tuntutan Mahasiswa, Deadline 1 Kali 7 Hari
"Harapan melalui pasar murah ini bisa membantu masyarakat yang ekonominya lemah dan lebih sering dilaksanakan terutama menjelang hari raya," sambungnya.
Hal senada disampaikan pembeli lainnya, Widya Arsita, 25. Menurutnya, harga bahan pokok yang ditawarkan lebih murah dibandingkan di pasaran maupun supermarket.
"Ini untuk bawang merahnya Rp18.000 untuk 1/2 kg, sama bawang putihnya Rp15.000. Kalau di pasar sudah Rp30.000-an. (Harga, red) jauh lebih murah," ujar Widya.
Termasuk harga minyak, buah, dan bahan pokok lainnya yang didapat dengan harga lebih murah. Sehingga diharapkan kegiatan serupa dapat diselenggarakan lagi dalam waktu dekat.***