Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ambulans Sampah Sita Perhatian Publik, Kota Denpasar Segera Operasikan Guna Optimalkan TPS3R, Begini Sistem Kerjanya

Tim Redaksi • Jumat, 6 Juni 2025 | 10:39 WIB
OPERASI SAMPAH: Direktur Utama PT. CTBL Putu Ivan Yunatana  (baju biru) saat menyerahkan Ambulans Sampah kepada petugas Dinas KLH Kota Denpasar di Lumintang, 5 Juni 2025.
OPERASI SAMPAH: Direktur Utama PT. CTBL Putu Ivan Yunatana (baju biru) saat menyerahkan Ambulans Sampah kepada petugas Dinas KLH Kota Denpasar di Lumintang, 5 Juni 2025.

DENPASAR, radarbali.jawapos.com  – Ada yang menyita perhatian publik ditengah Festival Lingkungan Kota Denpasar 2025 yang digelar di Taman Kota Lumintang, Kamis (5/6/2025). Sajiannya unik dan inovatif.

Apa itu?, di antara barisan peserta, tampak satu unit ambulans sampah yang menarik perhatian pengunjung.

Kehadiran ambulans sampah tersebut bukan sekadar pajangan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, Bagus Putra Wirabawa, S.TP., M.M., saat diwawancarai usai pembukaan secara resmi Festival Lingkungan Kota Denpasar 2025 oleh Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menjelaskan bahwa mesin ini memang dipersiapkan untuk memberikan edukasi kepada Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) yang belum optimal dalam pengelolaannya.

 Baca Juga: Banding, Tony, Kakek yang Divonis 3 Bulan Penjara di PN Denpasar, Ungkap Pernah Dimintai Uang Rp 1 Miliar oleh Siapa?

“Ambulans sampah ini akan menjadi sarana edukasi untuk pengoptimalan teknologi pengolahan sampah yang baik dan benar. Mulai dari manajemen hingga penerapan sistem pengolahan akan kami dorong, agar seluruh TPS3R dapat berfungsi maksimal. Tujuan akhirnya adalah mengurangi beban sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), apalagi dalam waktu dekat TPA akan ditutup,” ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, DLHK masih menyusun mekanisme dan proses operasional ambulans sampah tersebut. Namun ia memastikan bahwa program ini akan mulai dijalankan tahun ini. Pihaknya juga sedang menjajaki desa-desa mana saja yang membutuhkan intervensi lebih konkret.

“Kita akan berkoordinasi dengan desa, kelurahan, serta pengelola TPS3R untuk mematangkan mekanismenya. Target kami, program ini bisa segera berjalan dalam waktu dekat. Kalau soal sampah, kita harus bergerak cepat,” tegasnya.

 Baca Juga: Aksi Cinta Paletas Wey Bersama ayasan Anak di Bali Rayakan 1 Dekade Perjalanan

Kapasitas Olah Maksimal 5 Ton Sampah per Hari

Cristian, Direktur Operasional PT. Cahaya Terang Bumi Lestari (CTBL) yang merupakan operator ambulans sampah, saat diwawancarai menjelaskan, bahwa ambulans sampah ini memiliki kemampuan mengolah maksimal 5 ton dalam waktu 8 jam beroperasi. Hasil dari pengolahan mesin ini adalah Refuse Derived Fuel (RDF) yang merupakan bahan bakar alternatif untuk industri pengganti batu bara yang merupakan energi fosil.

Cristian juga mengatakan, sistem pengolahan sampah dengan menghasilkan RDF seperti ini  telah diterapkan di TOSS Center Kabupaten Klungkung.

Sementara Direktur Utama PT. CTBL Putu Ivan Yunatana yang  juga turut hadir dalam acara Festival yang digelar bertepatan dengan Hari Lingkungan Sedunia  ini, mengatakan bahwa ambulance sampah tersebut merupakan inovasi dan karya anak bangsa dan bukan hasil impor, sehingga mesin ini telah disesuaikan dengan karakter sampah yang ada di Bali. "Teknologi mesin  CTBL ini membantu optimalkan proses pemilahan organik dan anorganik yang masih belum optimal proses pemilahannya di hulu," ujar pria yang akrab disapa Ivan ini.

 Baca Juga: Ambil Sumpah Advokat KAI, Fokus Jaga Etik dan Moral Anggota Dalam Penegakan Hukum

Dengan kehadiran inovasi seperti ambulans sampah ini, Kota Denpasar telah mengambil langkah nyata menuju pengelolaan sampah yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan, sehingga dengan sistem pengelolaan sampah seperti ini akan membantu  memperpanjang usia dari TPA.***

Editor : M.Ridwan
#Ambulans Sampah #dlhk kota denpasar #Putu Ivan Yunatana