Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

PAD Denpasar Target Meningkat Tembus 2 Triliun Lebih, Dewan Minta TPP Ditingkatkan dan Proyeksi Kenaikan Gaji, Begini Alasannya

Ni Kadek Novi Febriani • Jumat, 20 Juni 2025 | 21:48 WIB

 

 

MENIMNGKAT: Suasana sidang pandangan fraksi-fraksi di DPRD Kota Denpasar membahas PAD
MENIMNGKAT: Suasana sidang pandangan fraksi-fraksi di DPRD Kota Denpasar membahas PAD

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - DPRD Kota Denpasar berharap  Pemerintah Kota Denpasar dapat menaikkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) karena prediksi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) serta Rp 2 Triliun, target APBD akan mencapai target Rp 4 triliun.

Anggota DPRD dari Fraksi PSI-NasDem I Wayan Gatra berpendapat, peningkatan PAD harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

”Kalau kesejahteraan masyarakat dan pegawai sama kita masyarakat  bisa simultan tak bisa dilepas. Tetap kerja masyarakat,  dahulukan masyarakat dan pegawai, ” jelasnya.

 Baca Juga: Masa Depan Energi Bali Terancam?, Ngurah Paramartha: Lokasi LNG Sidakarya Berdampak Buruk pada Pariwisata, Usul Geser ke Bali Timur

Harapannya PAD Denpasar tembus Rp 2, 1 triliun sehingga dapat meningkatkan TPP karena beban kerja berat merealisasikan program kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar.

”Kami dorong korelasinya dorong pegawai kerja maksimal tambahin penghasilannya. Dewan apa dinaikkan,” ucapnya.

Saat pembacaan pandangan umum fraksi, Gatra sempat lontarkan berharap Dewan juga  ditingkatkann kesejahteraannya. Menurut mantan Kadisperindag Kota Denpasar, ia hanya bercanda menyampaikan itu sidang paripurna. Sebab, penghasilan dewan tidak dapat ditingkatkan karena sudah ada aturan pusat.

”Tadi hanya jokes kalau ada celah dewan kenapa tidak Gubernur saja ngomong supaya anggota dewan perlu diperhatikan  sampai sekarang tidak ada,” ujarnya.

 Baca Juga: Masih Menunggu Keputusan Manajemen dan Pelatih Baru, Serdadu Tridatu Belum Tentukan Pemanasan Sambut Liga 1 2025/2026

Pendapatan Dewan Kota Denpasar hingga saat ini tidak ada kenaikan. Justru ada penurunan karena  pemotongan perjalanan dinas.  Kata Gatra, dewan bisa dapat  satu kali  jalan bisa Rp 3 Juta, tapi sekarang turun 90 persen menjadi Rp 300 ribu.

"Sekarang dewan satu kali dewan  jalan bisa Rp 300 ribu. Sebelumnya sampai Rp 3 juta peraturan perundangan seperti itu,”terangnya.

Pendapatan kecil bukan berarti kinerja kendor. Politisi asal Partai NasDem ini  menjamin  mendorong  pemerintah melakukan inovasi untuk kepentingan masyarakat. Tugas dewan adalah mengawasi, ikut terlibat dalam  perencanaan.

 “Perbaikan taman, bikin got boar tidak  banjir, penurunan kabel bagus. Semua muara ke masyarakat selalu kami dorong,” jelasnya.

 Baca Juga: Fokus Dukung Gerakan Koperasi, ”Peluang” Luncurkan Buku 100 Koperasi Besar Indonesia 2025, Aset hingga Rp 6 Triliun

Kinerja Wali Kota Denpasar diapresiasi karena hasil kerja nyata meski sedikit berbicara. Gatra tegaskan tidak bisa menuntut kenaikan gaji pemerintah daerah karena sudah ada  aturan dalam perundang -undangan.

”Bagaimana mau nuntut dewan regulasi tidak ada. Meski Gubernur Bali berencana menaikkan gaji dewan tapi payung hukum belum ada,” tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, mengatakan, kenaikan kesejahteraan dewan ketika kesejahteraan Wali Kota dinaikan.

Sebab, aturannya sudah mengatur demikian. Sementara kalau belum ada kenaikan gaji wali kota,  otomatis tidak ada kenaikan gaji dewan. "Memang wali kota belum. Kalau tidak  akan tetap bertahan," ucapnya.***

Editor : M.Ridwan
#gaji pegawai #dprd kota denpasar #pad #gaji dewan