DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Warga Denpasar digegerkan oleh serangkaian kasus kendaraan yang mengalami masalah, bahkan mogok, setelah mengisi Pertalite di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di wilayah Denpasar dalam tiga hari terakhir. Keluhan yang muncul adalah kendaraan tersendat, kehilangan tenaga, hingga mesin mati setelah menempuh beberapa kilometer.
Bengkel PKA Motor di Jalan Gunung Kelimutu, Denpasar Barat, menjadi salah satu yang kebanjiran pelanggan dengan keluhan serupa, terutama kendaraan jenis Suzuki APV. Pemilik bengkel, Putu Kusuma Anggara, menyebutkan bahwa, "fuel pump berwarna kecoklatan dengan kerak halus yang menyumbat aliran bahan bakar." Ia menduga ada campuran tak wajar dalam BBM tersebut, bukan sekadar kotoran biasa.
Solusi sementara yang ditawarkan adalah pengurasan tangki dan pembersihan filter bensin. Pelanggan dianjurkan untuk menggunakan Pertamax untuk sementara waktu, dan jika masalah berulang, penggantian fuel pump disarankan. Salah satu korban, Adi, seorang pengemudi Suzuki APV, mengaku mobilnya bermasalah setelah mengisi Pertalite pada 18 Juni 2025. Ia harus mengeluarkan Rp250.000 untuk perbaikan.
Meskipun berbagai penyebab seperti kondisi tangki kendaraan, masa pakai fuel pump, atau masalah pengapian bisa jadi faktor, pola kerusakan yang seragam dan beruntun dalam tiga hari terakhir menunjukkan adanya dugaan masalah pada kualitas BBM. Terlebih, kasus serupa juga dilaporkan di beberapa kota di Indonesia sejak Maret hingga April 2025, mengindikasikan bahwa ini mungkin bukan insiden lokal semata.
Menanggapi hal ini, I Gede Yuda Gautama, Pengawas BBM SPBU Coco Pertamina 51.801.30, bersikukuh bahwa kualitas BBM di SPBU-nya tidak bermasalah. Ia menyatakan bahwa SPBU memiliki standar dan meminta bukti pembelian dari pelanggan yang mengajukan keluhan untuk pengecekan CCTV. Ia juga mengklarifikasi bahwa gangguan sistem panel otomatis akibat masalah kelistrikan sehari sebelumnya (17 Juni) tidak memengaruhi kualitas BBM.
Secara terpisah, Ahad Rahedi, Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, mengklaim sedang menelusuri kasus ini.
Pihaknya sedang mengumpulkan histori pembelian BBM dan mengambil sampel dari SPBU, bengkel, serta kendaraan pelanggan untuk uji spesifikasi. Ia mengakui penelusuran ini tidak mudah, sehingga laporan kendaraan bermasalah masih terus berdatangan meskipun sudah viral. Rahedi berharap mendapatkan informasi jelas terkait histori pembelian dari awal viral agar dapat segera menindaklanjuti.***
Editor : M.Ridwan