Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

DBD Masih Jadi Hantu Masyarakat Denpasar, Lonjakan Kasus dari Awal Tahun, 5 Meninggal Dunia, Ini Kata Diskes Kota

Ni Kadek Novi Febriani • Rabu, 25 Juni 2025 | 12:59 WIB

 

ANOMALI: Kasus DBD di Kota Denpasar terus meningkat meski upaya penanganan juga gencar dilakukan
ANOMALI: Kasus DBD di Kota Denpasar terus meningkat meski upaya penanganan juga gencar dilakukan

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Kasus Demam Berdarah tak juga reda. Berdasarkan catatan pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya Kota Denpasar  total 636 kasus demam  berdarah dengue (DBD) sepanjang tahun 2025 ini.

Jumlah  636 pasien tersebut yang  dirawat dari Januari hingga Juni ini. Hal itu diungkap Kepala Unit Humas dan Promosi RSUD Wangaya, Anak Agung Ayu Dewi Purnami kemarin (24/6).

Kasus tertinggi ada di bulan Maret tembus 158 kasus.   Kemudian,  Februari  135 pasien, Januari sebanyak 111 pasien, dan April sebanyak 109 pasien. Jumlah pasien DBD mulai menurun  pada Mei dengan 79 kasus.”Sementara Juni ini tercatat hanya 44 kasus," ungkapnya.

 Baca Juga: Optimisme Arja Terus Hidup, Sebuah Kesenian Paling Sulit, Mengandung Filsafat, Padukan Tarian dan Nyanyian

Ada satu pasien yang meninggal karena nyamuk loreng itu di bulan April.”Satu meninggal dunia satu orang di Bulan April," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati menerangkan,  awal tahun 2025  telah terjadi lonjakan kasus DBD.  Bahkan Februari lalu meningkat dua kali lipat dibandingkak Januari 2025.  

Pada bulan  Januari 2025 kasus DBD sebanyak 167 kasus,  Februari meningkat signifikan menjadi 316 kasus. Sementara itu,  bulan Maret mulai ada penurunan menjadi 243 kasus.

 Baca Juga: Bahas Keamanan, Karo Ops Polda Bali Sebut Tajen Tanpa Perjudian Tidak Masalah, Lalu Bagaimana Mengemasnya, Ini Pendapat Dewan

Sedangkan,  April dan Mei tahun ini masing-masing tercatat 202 dan 96 kasus hingga 25 Mei.

Dari ribuan kasus yang dicatat,   ada lima orang meninggal dunia akibat DBD dari  periode Januari hingga Mei 2025.

Menurut Kadiskes Denpasar,  cuaca menjadi  penyebab penting dalam peningkatan kasus ini.

“Musim hujan yang dimulai lebih awal sejak Oktober 2024 membuat penyebaran nyamuk aedes aegypti lebih cepat, sehingga kasus DBD mulai meningkat sejak Januari 2025,” jelas Candrawati. Selain itu, faktor yang lain terlambat ke fasilitas kesehatan karena ada masyarakat tidamasyarakali gejala DBD.

 Baca Juga: RERAINAN & ALA AYUNING DEWASA, RABU (25/6/2025)

Kepala Dinas Kesehatan telah melakukan langkah pencegahan  yakni;  penyuluhan, edukasi, penyelidikan epidemiologi, pengaktifan Pokjanal DBD di tingkat desa dan kelurahan, serta fogging massal Ultra Low Volume (ULV) yang dimulai sejak awal April 2025.

”Juga  meningkatkan peran Jumantik Mandiri di setiap rumah tangga agar kasus DBD dapat ditekan dan angka kematian bisa diminimalkan,” tandasnya.***

Editor : M.Ridwan
#kota denpasar #dbd #demam berdarah