Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duh Gawat!, Ditemukan 14 Anjing Positif Rabies di Kota Denpasar

Ni Kadek Novi Febriani • Rabu, 16 Juli 2025 | 15:05 WIB
PENCEGAHAN: Vaksinasi sebagai upaya mencegah penularan virus rabies pada anjing di Kota Denpasar.
PENCEGAHAN: Vaksinasi sebagai upaya mencegah penularan virus rabies pada anjing di Kota Denpasar.

DENPASARradarbali.jawapos.com - Kota Denpasar tidak luput dari kasus rabies. Tercatat hinggal 14 Juli 2025 jumlah kasus positif rabies sebanyak 14 ekor sejak Januari 2025.

Dinas Pertanian Kota Denpasar gencar lakukan vaksinasi rabies pada hewan penular rabies atau HPR. Paling banyak yang divaksin adalah anjing dengan door to door.

 Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar, drh. Ni Made Suparmi diwawancarai kemarin (15/7) mengatakan saat ini, pihaknya telah memvaksin 54.351 ekor anjing di Denpasar. Dipersentasekan 65,84 persen.

Populasi anjing yang terdata tahun 2025 ini sebanyak 82.545 ekor.”Pemkot targetkan hingga akhir tahun 2025, vaksinasi rabies menjangkau 91,2 persen," jelasnya.

Dengan digencarkan vaksinasi dapat menekan kasus positif rabies hingga kembali zero rabies.

Untuk menekan angka rabies, melibatkan desa dan kelurahan dengan membentuk Tim Siaga Rabies (Tisara). Tujuannya pendataan populasi anjing dan HPR lainya.

Tak hanya itu, masyarakat di banjar ikut dilibatkan memberikan informasi terkait adanya HPR dan kasus gigitan anjing. Dengan itu adanya pemantauan secara intensif.

”Data populasi dari kepemilikan masyarakat hingga keberadaan anjing liar, sehingga penyebaran rabies dapat ditekan," terang Kadis Pertanian Kota Denpasar, AA Gde Bayu Brahmasta kemarin (15/7/2025).

Gung Bayu juga mengharapkan masyarakat ikut menjaga hewan peliharannya serta memperhatikan juga kesehatan hewan.

Distan juga terus melakukan sosialisasi dengan menerapkan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) tentang bahaya penyakit rabies dan risiko yang ditimbulkan. Serta monitoring dan surveilens kegiatan selektif euthanasi, dan kegiatan kontrol populasi (pembatasan populasi HPR).***

Editor : M.Ridwan
#kota denpasar #kasus rabies #virus rabies