Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sudah 119 Tahun Perlawanan Heroik, Denpasar Gelar Upacara Peringatan Perang Puputan Badung

Ni Kadek Novi Febriani • Minggu, 21 September 2025 | 01:24 WIB
SUDAH SEABAD LEBIH : Upacara peringatan Perang Puputan Badung ke-119 di Lapangan Puputan Badung, Minggu (21/9/2025). (istimewa)
SUDAH SEABAD LEBIH : Upacara peringatan Perang Puputan Badung ke-119 di Lapangan Puputan Badung, Minggu (21/9/2025). (istimewa)

DENPASAR, Radar Bali.id– Pemerintah Kota Denpasar hari ini menggelar upacara peringatan Perang Puputan Badung ke-119 di Lapangan Puputan Badung, Minggu (21/9/2025).

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh para pejabat daerah, veteran, tokoh masyarakat, dan ribuan pelajar yang mengenakan pakaian adat Bali.

Upacara ini bertujuan untuk mengenang kembali peristiwa heroik pada 20 September 1906, di mana para pejuang dan rakyat Badung memilih untuk bertempur hingga titik darah penghabisan (puputan) daripada menyerah kepada penjajah Belanda.

Semangat Patriotisme dan Kehormatan

Dalam sambutannya, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menekankan pentingnya meneladani semangat patriotisme dan kehormatan para pahlawan.

"Perang Puputan Badung adalah simbol perlawanan tanpa kompromi demi menjaga martabat dan kehormatan tanah air. Semangat ini harus terus kita kobarkan, tidak hanya dalam menghadapi penjajah, tetapi juga dalam membangun Kota Denpasar menjadi lebih maju," ujarnya.

Wali Kota juga mengajak seluruh masyarakat, terutama generasi muda, untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif. "Mari kita jadikan semangat Puputan sebagai motivasi untuk terus berinovasi, berkreasi, dan menjaga persatuan," tambahnya.

Acara berlangsung dengan pembacaan sejarah singkat Puputan Badung yang terjadi pada Tahun 1906, saat rakyat Badung melawan kolonialisme Belanda akibat aturan Hak Tawan Karang yang dikemas dalam garapan adegan kolosal.

Acara juga dihadiri para penglingsir puri se-Kota Denpasar, Ketua DPRD Kota Denpasar, anggota dewan, Forkopimda Kota Denpasar, LVRI Kota Denpasar, pimpinan OPD, serta undangan lainnya.

Atraksi dan Penampilan Budaya

Selain upacara, peringatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni budaya. Salah satu yang paling menarik adalah pagelaran tari kolosal yang menceritakan kembali detik-detik Perang Puputan Badung.

Tarian tersebut dibawakan oleh ratusan seniman muda, yang berhasil membangkitkan kembali suasana heroik dan emosional dari peristiwa bersejarah itu.

Acara diakhiri dengan tabur bunga di monumen Puputan Badung sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada para pahlawan yang gugur.

Peringatan ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi juga pengingat bagi seluruh masyarakat Denpasar akan nilai-nilai luhur perjuangan dan pengorbanan para leluhur.[*]

Editor : Hari Puspita
#Puputan badung #peringatan #Perlawanan #pahlawan