Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

PSEL Denpasar Diminati 24 Investor Luar Negeri, Penanganan Sampah Tetap Lakukan Pengolahan Sampah Berbasis Sumber

Ni Kadek Novi Febriani • Kamis, 27 November 2025 | 13:36 WIB

 

Rencana lokasi pembangkit listrik PSEL di kawasan Benoa lahan Pelindo
Rencana lokasi pembangkit listrik PSEL di kawasan Benoa lahan Pelindo

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Suwung belum dipastikan penutupannya. Menyusul Rencana pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), Gubernur dan Wali Kota Denpasar akan segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang berlokasi di Pesanggaran lahan milik Pelindo.

Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, progres rencana pembangunan PSEL akan sampai pada tahap sosialisasi. Bahkan, infonya dari Danantara sudah ada 24 calon investor yang berminat.

"Ada calon 24 investor luar negeri yang akan mendaftar. Danantara yang menentukan. Pemerintah daerah tidak karena Danantara dan pemerintah pusat lakukan tahapan,” Kata pria yang akrab disapa Dek Agus kemarin (26/11). 

 Baca Juga: Ahli Perdata Unair Ghansham Anand: Gugatan Berdasarkan Iktikad Buruk Harus Ditolak

Dalam sosialisasi nanti, pemangku kebijakan di pusat akan ikut serta menyosialisasikan kepada masyarakat. Dengan PSEL yang akan mengolah sampah minimal 1000 ton per hari.

Menurut Dek Agus, jika pembangunan PSEL selesai dibangun persoalan sampah di Denpasar akan tuntas. Ia mengingatkan meski adanya PSEL, pengolahan sampah berbasis sumber tetap dilakukan supaya untuk mengontrol jumlah sampah. Mencegah peningkatan tajam volume sampah setial tahun.

"Kalau terwujud dalam dua tahun saya rasa clear minimal 1000 ton sampah per hari diserap pabrik PSEL. Tapi, catatan Pak Gub tetap lakukan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber kalau tidak dilaksanakan dari tahun ke tahun sampah meningkat tajam," bebernya. 

 Baca Juga: Ketua Pansus TRAP Yakin Menang Gugatan Investor di Pengadilan, Supartha: Cari Pengacara ke Ujung Dunia, Banyak Kavling di Kelingking

Penutupan TPA Suwung hingga saat ini juga belum ada keputusan dari Gubernur Bali Wayan Koster. Jika ditutup permanen, dibutuhkan mitigasi penanganan sampah.

"Belum ada petunjuk dari Pak Gubernur kami concern penyelesaian sampah dengan swakelola bersinergi dengan bangunan satu titik di bangunan PSEL itu. Apakah Suwung ditutup total bagaimana kami tunggu arahan pak gubernur," terangnya. 

Nasib TPA Suwung, Gubernur Bali harapkan akhir tahun ini. Namun, kata Dek Agus harus dilihat peta lapangannya. Akan ada pertanyaan sampah-sampah yang ada akan dibawa kemana karena volume sampah di Denpasar 1000 ton per hari.

"Apakah siap di Temesi, Gianyar atau TPA Mandung mengirim 1000 ton sampah per hari apakah tidak mengganggu lalu lintas, kemacetan itu masih mitigasi," tuturnya. 

 Baca Juga: Prediksi Cuaca Bali Hari Ini, Kamis (27/11/2025)

Dek Agus berharap dengan adanya PSEL masyarakat Denpasar tetap bijak menyelesaikan sampah yang dihasilkan.Tidak hanya mengandalkan PSEL membuat tidak bijak melakukan tata kelola sampah.

"Tetap polakan pengolahan sampah berbasis sumber dan berharap PSEL berjalan dengan sempurna sesuai dengan yang disosialisasikan," harapnya. 

 Selain itu, penggunaan teba modern untuk pengolahan sampah organik di Denpasar juga akan dievaluasi. Pemkot Denpasar menargetkan 5.500 teba modern hingga Desember ini.

"Teba modern akan evaluasi minggu depan ini rencana teman-teman di desa dan kelurahan. Sampai akhir Desember akan segera terwujud teba modern ini," tandasnya.***

 

Editor : M.Ridwan
#tpa suwung #PSEL #sampah #investor asing