DENPASAR, RadarBali.id-Bunyi berisik dan percikan warna-warni kembang api tetap mewarnai langit Bali, khususnya di Kota Denpasar dan Badung.
Pantauan Jawa Pos Radar Bali, khususnya di wilayah Denpasar dan Badung, suara berisik kembang api tetap bikin benderang nyala percikannya saat memasuki pukul 00.00, sebagai pertanda memasuki 1 Januari 2026.
Anak-anak muda usia belasan hingga dua puluh tahunan banyak bergerombol di sejumlah titik Kota Denpasar dan sejumlah tempat umum, seperti Lapangan Lumintang, Jalan Raya Gatsu, Thamrin, Cokroaminoto, Gajah Mada, Denpasar. Bahkan perempatan jalan Gunung Agung,Wahidin, Cokroaminoto, sempat macet oleh kerumunan anak muda yang menyalakan kembang api.
Padahal sebelumnya pihak Polresta Denpasar melarang pesta kembang api pada malam pergantian tahun, sebagai bentuk solidaritas dan empati atas musibah bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Larangan tersebut ditegaskan Kepala Seksi Humas Polresta Denpasar, Kompol Ketut Sukadi, terkait sebagai ungkapan kebersamaan dan solidaritas terhadap bencana Sumatra.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menyampaikan larangan yang sama di malam tahun baru 2026, dengan alasan yang sama, yakni sebagai bentuk empati terhadap korban banjir bandang yang menimpa Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Sejumlah objek wisata di Bali juga dipastikan tak menggelar pesta kembang api saat malam tahun baru 2026 dan beberapa wisatawan tak mempermasalahkan larangan tersebut sebagai bentuk solidaritas.[*]
Editor : Hari Puspita