DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Denpasar dan Badung membuat sejumlah titik tergenang air alias banjir, Kamis (8/01/2026). Hujan deras sejak Kamis pagi hingga siang membuat sejumlah ruas jalan banjir. Karena itu, pihak Kepolisian turun tangan
Menyikapi kondisi tersebut, jajaran Polsek Kuta Selatan langsung bergerak melakukan pemantauan wilayah guna mengantisipasi dampak lanjutan. Bhabinkamtibmas Kelurahan Benoa, Aiptu Made Nidia, turun langsung ke lapangan.
Tentunya untuk memantau situasi sekaligus memastikan aktivitas masyarakat tetap aman di tengah cuaca ekstrim. Pemantauan difokuskan pada titik-titik rawan genangan, banjir, serta potensi pohon tumbang akibat tingginya intensitas hujan.
Hasil pantauan, sejumlah ruas jalan di wilayah Kelurahan Benoa terendam genangan air. Di antaranya Jalan By Pass Ngurah Rai Nusa Dua depan Bank BNI Nusa Dua Lingkungan Mumbul, Simpang Siligita Lingkungan Mumbul, depan Hotel Santika Lingkungan Peminge.
Lalu Jalan Trompong Lingkungan Peminge, hingga Jalan Gopala Lingkungan Bualu. Kondisi tersebut diketahui kerap terjadi saat curah hujan tinggi melanda kawasan tersebut. Tak sekadar memantau, Aiptu Made Nidia juga aktif membantu masyarakat.
Mulai dari mengatur lalu lintas, memberi himbauan kepada pengguna jalan agar berhati-hati, hingga mendorong kendaraan warga yang mogok akibat genangan air. Langkah ini dilakukan agar arus lalu lintas tetap lancar dan tidak menimbulkan kemacetan.
Kapolsek Kuta Selatan menegaskan, kegiatan tersebut merupakan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya saat terjadi situasi darurat akibat cuaca ekstrem. Pihaknya telah menginstruksikan seluruh personil turun ke lapangan.
Terutama Bhabinkamtibmas, untuk aktif memantau wilayah dan membantu masyarakat terdampak hujan deras. "Keselamatan warga menjadi prioritas utama, sekaligus menjaga situasi kamtibmas dan kelancaran arus lalu lintas,” tegasnya.
Kapolsek juga menghimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat melintas di jalur yang tergenang cukup dalam, serta mengantisipasi potensi pohon tumbang demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Baca Juga: Prediksi Starting XI Bali United vs PSM: Jansen Boyong 21 Pemain ke Parepare
Hingga Kamis siang, genangan air di sejumlah titik masih terpantau, namun mulai berangsur surut seiring meredanya intensitas hujan. Arus lalu lintas dilaporkan tetap lancar meski cuaca masih mendung disertai hujan gerimis.
Polsek Kuta Selatan memastikan pemantauan wilayah akan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi, guna menjamin keamanan, keselamatan. "Dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga," pungkasnya.
Sedangkan di Kota Denpasar, hujan dengan intensitas cukup tinggi yang mengguyur Kota Denpasar sejak pagi tak menyurutkan semangat personel Polisi Lalu Lintas (Polantas) Polsek Denpasar Barat.
Baca Juga: Prediksi PSM vs Bali United: Misi Serdadu Tridatu Tembus 5 Besar di Paro Musim
Demi menjaga kelancaran arus kendaraan, mereka tetap berdiri siaga di tengah guyuran hujan. Sejumlah titik rawan kepadatan, khususnya di sepanjang Jalan Imam Bonjol, menjadi fokus pengaturan. Persimpangan jalan utama hingga jalur padat aktivitas warga tak luput dari pengawasan petugas.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar, aman, dan tertib, terutama saat jam sibuk pagi. Kapolsek Denpasar Barat melalui Kanit Lantas AKP Ni Ketut Madriani, SH., menegaskan, kondisi cuaca tidak menjadi alasan.
Hujan bukan penghalang bagi anggota. "Pengaturan lalu lintas tetap dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pengguna jalan,” tegasnya.
Baca Juga: Sehari Buka Tutup Dua Kali untuk Penyeberangan Gilimanuk -Ketapang, Begini Kondisinya
Tak sekadar mengatur arus kendaraan, operasional Polantas juga aktif membantu pejalan kaki menyeberang jalan serta memberikan himbauan langsung kepada pengendara.
Pengguna jalan diingatkan agar selalu waspada, menjaga jarak aman, serta mematuhi rambu lalu lintas guna meminimalkan risiko kecelakaan di kondisi jalan licin. Dedikasi aparat di lapangan mendapat respons positif dari masyarakat.
Banyak pengendara menilai kehadiran polisi di tengah hujan sangat membantu kelancaran arus lalu lintas sekaligus meningkatkan rasa aman saat berkendara. Melalui kegiatan tersebut, Polsek Denpasar Barat berharap kesadaran dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas terus meningkat.
Baca Juga: Aturan Merokok Saat Berkendara Digugat ke MK: Terancam Pidana dan Cabut SIM
"Sehingga situasi kamseltibcar lantas di wilayah hukum Polsek Denbar tetap terjaga aman dan kondusif," tutupnya. Terpisah, Kepala Unit Pengendalian Darurat Pusat Pengendalian Operasi (KAUPD Pusdalops) BPBD Kota Denpasar, Made Antara, menyebutkan wilayah terdampak meliputi Renon (Jalan Raya Puputan, Jalan Tantular, Jalan Tukad Bilok, Jalan Tukad Balian).
Lali Sumerta Kelod (Jalan Merdeka, Jalan Juanda Karta Wijaya), serta Dauh Puri Kauh (Jalan Pulau Misol). Selain itu, genangan juga terpantau di Dauh Puri Klod (Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Pulau Buton), Serangan, serta kawasan Panjer meliputi Jalan Tukad Irawati dan Jalan Tukad Pancoran.
Di Jalan Tukad Irawati, air bahkan masuk ke dalam rumah warga akibat posisi bangunan yang lebih rendah dari badan jalan. Tak hanya permukiman, genangan juga berdampak pada sektor pariwisata. Di Jalan Danau Tamblingan, air dilaporkan masuk ke area salah satu villa.
Baca Juga: Kabar Gembira! Bantuan Beras 40 Kg Cair Mulai Januari 2026, Cek Jadwal dan Daftar Penerimanya
Titik genangan lain di wilayah Sanur juga ditemukan di Jalan Pungutan. Warga menyebut Sanur memang rawan genangan karena karakter wilayahnya yang merupakan kawasan cekungan dan bekas lahan sawah.
“Sanur memang di sini yang paling parah. Katanya ini daerah resapan, dulu sawah, jadi di tengah-tengah itu rendah. Kalau air laut pasang bersamaan hujan deras, surutnya agak lama,” ujarnya. Cuaca ekstrem ini turut menyulitkan aktivitas usaha akomodasi di kawasan wisata Sanur.
Warga lain di sekitar lokasi menyebut genangan di Jalan Tukad Batanghari sempat meninggi hingga mendekati teras warung, namun relatif cepat surut. “Tadi jam sembilan airnya sampai depan teras. Sekarang sudah agak surut, tinggal di depan warung saja,” tutup bapak dua anak ini.***
Editor : M.Ridwan