DENPASAR, radarbali.id – Waktu terus berjalan, namun luka akibat banjir bandang yang menerjang Pasar Badung dan Pasar Kumbasari pada 10 September 2025 silam belum sepenuhnya pulih. Lima bulan berlalu, para pedagang masih dibayangi trauma dan kekhawatiran akan datangnya banjir susulan.
Sebanyak 300 pedagang pelataran Pasar Kumbasari hingga kini masih berjualan di pelataran Pasar Badung. Tempat tersebut menjadi lokasi sementara yang disiapkan oleh Perumda Pasar Sewakadarma agar roda perekonomian tetap berputar di tengah keterbatasan.
Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Sewakadarma, Ida Bagus Kompyang Wiranata, menyampaikan bahwa kondisi pasar sebenarnya sudah mulai membaik. Namun, pihaknya belum berani mengizinkan pedagang kembali ke pelataran Kumbasari demi alasan keselamatan.
"Keluhan pedagang yang ingin kembali berjualan di pelataran Kumbasari sudah kami ketahui. Namun, kami belum memberikan izin karena ada kekhawatiran banjir terjadi lagi. Apalagi kita tahu ada korban jiwa saat banjir bandang kemarin," ujar pria yang akrab disapa Gus Kowi tersebut.
Ratusan pedagang yang mayoritas menjual sembako dan bahan makanan itu tetap mengikuti kebijakan yang ada. Namun, perpindahan lokasi membawa konsekuensi berat. Banyak pedagang mengaku kehilangan pelanggan tetap yang selama ini menjadi sandaran utama penghasilan mereka.
Gus Kowi pun belum dapat memastikan kapan para pedagang bisa kembali ke tempat semula. Ia menegaskan, keselamatan menjadi prioritas utama pascabencana.
Di sisi lain, perbaikan fisik pasar terus dilakukan. Tembok, kios, los, hingga pura yang rusak akibat terjangan banjir mulai dibenahi. Pemerintah Provinsi Bali juga memasang sistem alarm peringatan dini untuk memantau kenaikan debit air sungai sebagai langkah mitigasi. "Dengan adanya peringatan ini, pedagang bisa segera bersiap jika sewaktu-waktu harus pindah atau melakukan mitigasi," tambahnya.
Secara terpisah, Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Denpasar, Ketut Ngurah Arta Jaya, menjelaskan bahwa perbaikan senderan di sisi Tukad Badung telah rampung dikerjakan. "Di tahun 2025 kemarin, senderan yang rusak di area Pasar Badung sudah kami lakukan perbaikan," katanya.
Bantuan dana juga telah digelontorkan oleh Pemerintah Kota Denpasar dalam dua tahap. Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar, Ida Bagus Joni Ariwibawa, menyebut total bantuan tahap I dan II mencapai Rp1.853.100.000. Bantuan tersebut mencakup 145 penerima perbaikan rumah, 51 penerima penguatan ekonomi, serta 78 penerima bantuan fasilitas umum atau pura, dengan nominal yang disesuaikan tingkat kerusakan.
Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Bali turut menyalurkan bantuan sebesar Rp3,4 miliar. Sebanyak Rp2,7 miliar dialokasikan untuk 373 pedagang yang menempati 638 unit tempat usaha, terdiri dari 72 kios senilai Rp720 juta, 148 los senilai Rp740 juta, serta 418 pelataran senilai Rp1,25 miliar.
Sebagian dana lainnya, yakni Rp710,5 juta, digunakan untuk memperbaiki dua pura yang terdampak banjir di area pasar, yaitu Pura Beji sebesar Rp429,5 juta dan Pura Melanting sebesar Rp281 juta.
Meski bantuan dan perbaikan terus berjalan, bagi para pedagang, pemulihan bukan hanya soal bangunan yang berdiri kembali. Lebih dari itu, mereka masih menanti kembalinya rasa aman dan pelanggan setia yang dulu memenuhi lapak-lapak mereka sebelum bencana datang.
Editor : Ida Bagus Indra Prasetia