Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sisi Lain Hari Raya Lebaran Jumat (20/3/2026)-Sabtu (21/3/2026) di Denpasar : Pedagang Makanan Senang Bisa Jualan Dua Kali

Hari Puspita • Jumat, 20 Maret 2026 | 09:48 WIB

SANTAI SEUSAI SALAT ID : Bu Kadek hari ini (20/3/2026) berjualan di Lapangan Renon, Denpasar. Besok Sabtu(21/3/2026) bisa jualan di Lumintang.(Muhammad Fajar Bagaskara untuk Radar Bali)
SANTAI SEUSAI SALAT ID : Bu Kadek hari ini (20/3/2026) berjualan di Lapangan Renon, Denpasar. Besok Sabtu(21/3/2026) bisa jualan di Lumintang.(Muhammad Fajar Bagaskara untuk Radar Bali)

Keberagaman itu indah. Ada sisi yang menarik dari hari raya Idulfitri tahun ini saat warga Muhammadiyah menggelar salat id di hari Jumat (20/3/2026) dan Pemerintah/NU di hari Sabtu (21/3/2026). Para pedagang makanan dan alas salat bisa berjualan dua kali. Hari Jumat dan Sabtu.

JUMAT pagi hari, sekitar pukul 07.00, di Kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali,  Lapangan Renon, Denpasar. Warga muslim Kota Denpasar tampak berduyun-duyun menjalankan ibadah salat Idulfitri.

Di sisi lain, sejumlah warga tampak berjualan koran bekas dan plastik untuk alas salat. Karena usai hujan, rerumputan lapangan basah. “Koran bekas, koran bekas,” ujar penjual koran bekas menjajakan dagangannya.

REZEKI LEBARAN : Pak Wayan berjualan aneka camilan dan kopi di Lapangan Renon dan bisa berjualan dua kali. (Muhammad Fajar Bagaskara untuk Radar Bali)
REZEKI LEBARAN : Pak Wayan berjualan aneka camilan dan kopi di Lapangan Renon dan bisa berjualan dua kali. (Muhammad Fajar Bagaskara untuk Radar Bali)

Bak perhelatan acara seperti biasa, pedagang makanan ringan hingga teh,kopi, pun bertebaran di pinggir lapangan. Ini Adalah simbiosis mutualisme saling membutuhkan, saling menguntungkan, bagian dari keserasian kerukunan, harmoni alam semesta.

Begitu selesai salat Id dan kelar khotbah, sekitar pukul 08.00, pedagang makanan dan kopi sachet pun sibuk melayani pembeli. “Ya, lumayan. Tapi masih larisan Lebaran tahun lalu,” ujar Bu Kadek, saat ditanya apakah dagangannya laris.

Beda dengan Bu Kadek, pedagang lain, Pak Wayan, pria paruh baya, yang menjual aneka camilan ringan, seperti kacang rebus,ubi rebus,pisang rebus, buah-buahan potong, air mineral, dan kopi, mengaku cukup laris dagangannya. “Lumayan laris,” jawabnya, saat ditanya tentang lapaknya.

Nah, yang unik, baik Bu Kadek maupun Pak Wayan, sama-sama tahu bahwa salat Id 1 Syawal  1447 Hijriyah tahun 2026 ini berlangsung dua kali. Jumat (20/3/2026) dan Sabtu (21/3/2026). Cuma, untuk yang salat Id hari Sabtu, yang menurutnya ramai, yang berlangsung di Lapangan Lumintang, Denpasar Barat (Denbar).

“Besok tiyang (saya) jualan lagi di Lumintang,” ujar Bu Kadek seraya tersenyum. Kok tahu? “Iya, teman-teman yang jualan sudah tahu kalau salat (Idulfitri)-nya dua kali. Hari ini dan besok,” akunya, tentang jadwal dan lokasi salat Idulfitri di Kota Denpasar.

Pengakuan dari Pak Wayan juga mengaku senang, bisa berjualan dua kali. “Tinggal berangkat lagi saja besok, ke Lumintang,” akunya, saat ditanya tentang salat Id dari warga NU dan ketetapan Kementrian Agama Pemerintah Pusat.

Begitulah. Perbedaan sudut pandang tentang 1 Syawal 1447 Hijriyah ini hal yang biasa saja. Penentuan 1 Syawal (Idulfitri) di Indonesia umumnya menggunakan dua metode utama, yaitu hisab (perhitungan astronomis) dan rukyatul hilal (pengamatan hilal secara langsung). Kedua metode ini sering dikombinasikan melalui sidang isbat Kementerian Agama untuk menetapkan awal bulan Hijriah secara resmi.

Semua tergantung keyakinan masing-masing untuk dijalani. Tak perlu berpolemik. Dan, di sisi lain, perbedaan penentuan 1 Syawal ini juga malah membawa berkah bagi yang berjualan makanan dan jualan jasa perlangkapan salat Id. Jualan koran bekas  dan plastik untuk alas salat. Perbedaan itu ternyata membawa hikmah rezeki bagi mereka yang berdagang di area salat.

Selamat merayakan Idulfitri bagi yang merayakan, selamat berkhidmat dalam perbedaan keyakinan dan selalu ihlas bergembira dalam kebaikan dan peribadatan. Inilah keindahan berpancasila, berbhinneka tunggal ika, padu ragam Indonesia. [*]

Editor : Hari Puspita
#salat id #Isbat #lebaran #idulfitri #NU-Muhammadiyah