RADAR BALI - Agenda tahunan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi jenjang sekolah dasar resmi bergulir di Ibu Kota Provinsi Bali.
Terhitung mulai Senin (20/4), sebanyak 13.246 pelajar dari 257 sekolah di seluruh penjuru kota mulai berkompetisi mengukur kemampuan akademis mereka yang dijadwalkan berakhir pada penghujung April nanti.
Pemerintah Kota Denpasar melalui dinas terkait telah mematangkan strategi agar pelaksanaan berbasis digital ini minim hambatan. Upaya mitigasi mulai dari pembekalan operator hingga uji coba sistem skala besar telah dilakukan untuk menyongsong hari H.
Kabid SD Disdikpora Kota Denpasar I Nyoman Suryawan mengungkapkan, pihaknya telah memetakan alur ujian secara mendetail. Pembagian gelombang dan sesi pengerjaan menjadi kunci agar beban server tetap stabil.
"Seluruh prosedur teknis, baik itu manajemen sesi maupun sistem pengerjaan, sudah kami sosialisasikan secara menyeluruh kepada pihak sekolah," ujar Suryawan.
Sinkronisasi Sistem dan Materi Ujian
Format TKA edisi 2026 ini tampil beda karena melebur dalam sistem Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Pola integrasi ini menyasar dua kompetensi dasar, yakni numerasi dan literasi.
Pada sesi pembuka hari ini, anak didik berkonsentrasi menyelesaikan persoalan matematika dan survei karakter. Agenda akan berlanjut esok hari dengan materi bahasa serta evaluasi terhadap lingkungan belajar mereka.
Guna menjamin integritas ujian, jalur koordinasi daring antara sekolah dan tim IT pusat terus dipantau secara intensif. Pemantauan langsung dilakukan untuk mendeteksi gangguan teknis seperti kendala login atau keterlambatan token soal agar bisa segera ditangani di tempat.
Matangkan Kesiapan Mental Siswa
Di sisi lain, satuan pendidikan tidak tinggal diam dalam membekali siswa mereka. Berbagai latihan intensif dan simulasi mandiri telah digencarkan dalam beberapa bulan terakhir.
Selain bertujuan meningkatkan skor akademik, langkah ini krusial untuk melatih ketangkasan siswa dalam mengoperasikan perangkat komputer maupun tablet.
"Kami optimis dengan persiapan yang matang ini, seluruh rangkaian ujian bisa tuntas tanpa kendala berarti," tambahnya.
Bagi peserta yang terkendala masalah kesehatan atau mengalami gangguan teknis yang mendesak, penyelenggara telah menyiapkan slot ujian susulan.
Masa perbaikan tersebut dialokasikan pada medio Mei 2026 mendatang agar hak pendidikan siswa tetap terpenuhi.***
Editor : Ibnu Yunianto