DENPASAR, radarbali.jawapos.com– Proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu Infrastruktur Pasif Telekomunikasi (SJUT-IPT) tahap pertama di kawasan Sanur telah tuntas dikerjakan.
Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra, mengapresiasi terobosan ini sebagai langkah nyata untuk mempercantik kawasan Kota Denpasar.
Baginya, penataan kabel bawah tanah sangat mendesak mengingat kabel provider yang semrawut selama ini telah merusak estetika kota secara signifikan.
Gus Yoga—begitu sapaannya—usai melakukan peninjauan langsung berharap agar kawasan Sanur yang menjadi pilot project ini dapat terintegrasi dengan baik ke wilayah lainnya.
Ia menekankan, pembangunan SJUT bukan hanya soal keindahan visual, melainkan juga aspek keamanan bagi masyarakat luas.
"Kawasan Sanur harus mampu menjadi contoh bagi wilayah lain dalam membangun ruang publik yang bersih, nyaman, dan ramah bagi wisatawan. Jangan sampai kesan kumuh akibat kabel melintang merusak citra pariwisata kita," tegasnya.
Lebih lanjut, Gus Yoga menjelaskan, pembangunan SJUT ini telah didukung oleh payung hukum yang kuat yakni Perda No. 01 Tahun 2026, sehingga pelaksanaannya kini tinggal menunggu pengesahan Peraturan Wali Kota (Perwali).
Dewan yang juga menjabat Ketua DPC Gerindra Denpasar, ia memberikan apresiasi atas pelaksanaan jaringan utilitas terbaru ini dan memprioritaskan Sanur sebagai kawasan pariwisata utama.
"Dengan regulasi yang sudah ada, kita punya landasan kuat untuk menertibkan kabel-kabel ini secara permanen," tambahnya.
Setelah Sanur rampung, proyek segera dilanjutkan ke Titik Nol Kota Denpasar yang merupakan wajah utama ibu kota. Tidak berhenti di sana,
Gus Yoga secara khusus meminta agar kawasan di sekitar Pura segera ditata sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai religius dan adat.
Hal ini bertujuan agar pelaksanaan upacara keagamaan tidak terganggu oleh bentangan kabel yang membahayakan keselamatan warga.
"Kami ingin saat prosesi membawa sesuhunan, jalurnya bersih dan tidak ada kabel yang melintang rendah. Ini adalah bentuk penghormatan kita terhadap kesucian pura dan kenyamanan krama saat berprosesi," jelasnya.
Terakhir, ia mengharapkan perusahaan provider dapat segera memanfaatkan SJUT demi keamanan bersama dan mendesak adanya titik temu mengenai harga sewa agar para penyedia jasa mengerti komitmen dalam membangun Kota Denpasar yang lebih tertata.
"Kita berharap para provider segera menemukan titik temu soal harga dan mengerti bahwa ini demi kepentingan Kota Denpasar yang lebih luas," tandasnya.
Sebagaimana diketahui, Perumda Bhukti Praja Sewakadarma bertindak sebagai pelaksana SJUT Kota Denpasar.
Kehadiran kabel bawah tanah ini sekaligus menjadi solusi untuk menanggulangi permasalahan semrawutnya kabel fiber optik yang selama ini dikeluhkan warga.
Pembangunan SJUT ini diharapkan dapat sepenuhnya merapikan dan mempercantik wajah Kota Denpasar, terutama di wilayah-wilayah destinasi pariwisata.***
Editor : M.Ridwan