Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Cegah Masalah Mental Anak, Forum Anak Denpasar Luncurkan Website "Teman Ceria"

Marsellus Nabunome Pampur • Sabtu, 2 Mei 2026 | 19:24 WIB
DUTA ANAK-ANAK : Ni Kadek Prema Jyothi Sai Prasanthi selaku panitia dan juga Duta Anak Kota Denpasar tahun 2026. (Foto:  Marsellus Pampur)
DUTA ANAK-ANAK : Ni Kadek Prema Jyothi Sai Prasanthi selaku panitia dan juga Duta Anak Kota Denpasar tahun 2026. (Foto:  Marsellus Pampur)

DENPASAR, Radar Bali.id – Menanggapi tingginya angka permasalahan kesehatan mental di kalangan remaja, Forum Anak Daerah (FAD) Kota Denpasar resmi meluncurkan website "Teman Ceria" di Amphiteater Taman Kota Denpasar, Sabtu (2/5/2026).

Website ini hadir sebagai solusi preventif bagi anak-anak di Denpasar untuk melakukan deteksi dini terhadap kondisi psikis mereka.

Baca Juga: Nanda Pradnyana, Duta Anak Kota Denpasar 2025 Wujudkan Games Edukatif sebagai Sarana Edukasi yang Kreatif dan Inovatif

Ni Kadek Prema Jyothi Sai Prasanthi, Duta Anak Kota Denpasar 2026, menjelaskan bahwa sistem ini menggunakan instrumen Self Reporting Questionnaire (SRQ-20) yang dikembangkan oleh WHO.

Baca Juga: Bupati Satria Buka Grand Final Duta Anak 2026, Ajak Generasi Muda Klungkung Jadi Agen Perubahan

"Pengguna cukup menjawab 20 pertanyaan sederhana untuk mendeteksi gejala gangguan mental. Jika hasilnya menunjukkan kondisi yang membutuhkan penanganan serius, website akan langsung memberikan rujukan ke UPTD PPA atau Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga)," ujar siswi SMAN 7 Denpasar tersebut.

Selain fitur screening, "Teman Ceria" juga menyediakan layanan curhat daring yang ditangani langsung oleh para Duta Anak. Layanan ini mengedepankan prinsip P3LP (Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis).

Langkah ini diambil mengingat data yang cukup mengkhawatirkan, di mana tercatat sekitar 7.000 anak di Bali mengalami masalah kesehatan mental, mulai dari kecemasan (anxiety) hingga kondisi berat seperti skizofrenia.

"Kami ingin lebih peka. Kesehatan mental bukan hanya soal gangguan berat, tapi juga kecemasan sehari-hari yang sering kita temui. Lewat website ini, kami harap anak-anak Denpasar tidak lagi merasa sendirian," pungkas Jyothi.

Program inovatif ini berada di bawah naungan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Denpasar.[*]

Editor : Hari Puspita
#peluncuran website #kota denpasar #perlindungan anak #kpad #Duta Anak Kota Denpasar