Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Danantara Targetkan PT Denera IPO 2028, Kelola Proyek PSEL Denpasar Senilai Rp 90 Triliun

Dhian Harnia Patrawati • Selasa, 12 Mei 2026 | 08:42 WIB
Bupati Badung Wayan Adi Arnawa (tengah) menandatangani PKS PSEL di Ruang Rapat Utama Lantai 3, Gedung Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (21/4).
Bupati Badung Wayan Adi Arnawa (tengah) menandatangani PKS PSEL di Ruang Rapat Utama Lantai 3, Gedung Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (21/4).

RADAR BALI - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) memproyeksikan PT Daya Energi Bersih Nusantara (PT Denera) untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penghujung tahun 2028.

Rencana Initial Public Offering (IPO) ini akan dieksekusi setelah seluruh portofolio proyek mulai menghasilkan arus kas yang stabil.

"Nantinya setelah ada cashflow, kita mengharapkan 2028 selesai, ada cashflow, kita mau bawa menjadi perusahaan terbuka (Tbk) di sini. Keinginan kami salah satunya itu," ujar Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir. 

Skala Investasi dan Ekspansi Proyek

PT Denera merupakan perusahaan holding yang mengonsolidasikan 33 proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste to energy/WTE) di seluruh Indonesia, termasuk PSEL Denpasar.

Denera bakal berkongsi dengan investor asal Tiongkok, Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd.

Total nilai investasi yang dikelola diperkirakan menyentuh angka 5 miliar dolar AS atau berkisar antara Rp 85 triliun hingga Rp 90 triliun.

Danantara berencana memperbesar porsi kepemilikan saham di setiap PSEL minimal menjadi 51 persen. Konstruksi fisik proyek dijadwalkan dimulai pada pekan pertama Juni 2026 setelah seluruh perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) tuntas.

Proyek ini mengintegrasikan kekuatan mitra domestik dan asing untuk mempercepat solusi krisis sampah nasional.

Sinergi Pusat dan Daerah untuk Kondisi Darurat

Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan juga telah meresmikan kerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah.

Fokus utama pembangunan diarahkan pada wilayah yang memiliki timbunan sampah di atas 1.000 ton per hari, seperti Lampung, Medan, Semarang, hingga wilayah penyangga Jakarta.

"Ditargetkan hampir 25 lokasi dengan 62 kabupaten/kota yang di atas 1.000 ton. Nanti di bawah 1.000 kita selesaikan bergantian, tapi target yang darurat dulu," jelas Zulkifli Hasan.

Ia menambahkan bahwa tumpukan sampah di beberapa titik sudah mencapai ketinggian setara gedung 15 lantai, sehingga konversi menjadi energi bersih menjadi kebutuhan yang mendesak.

Sorotan Proyek PSEL Bali

Wilayah Denpasar Raya menjadi salah satu prioritas dengan keterlibatan investor asal Tiongkok, Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd.

Fasilitas di Bali ini digadang-gadang akan menjadi pionir PSEL skala besar yang ramah lingkungan dengan keunggulan teknis. 

Standar emisi PSEL Denpasar mengacu pada standar ketat Eropa guna mencegah polusi udara.

Selain itu, pengolahan limbah cair (lindi) dilakukan secara tertutup agar tidak merembes ke lingkungan.

Sisa pembakaran akan diolah kembali menjadi material konstruksi seperti paving blok.

Penggunaan truk listrik untuk armada pengangkutan sampah.

Pemerintah menargetkan separuh dari puluhan proyek PSEL ini dapat rampung pada 2027, sementara sisa proyek darurat lainnya ditargetkan selesai pada Mei 2028.

Dengan struktur holding di bawah PT Denera, Danantara optimistis dapat menciptakan ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus memperkuat pasar modal dalam negeri.***

Editor : Ibnu Yunianto
#solusi sampah di badung #PT Denera #Danantara Indonesia #sampah bali #PSEL Denpasar