DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Polresta Denpasar kembali menggelar patroli skala besar di kawasan Kuta pada Sabtu malam (30/5) hingga Minggu dini hari sebagai upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif di salah satu destinasi wisata utama Bali tersebut.
Patroli yang berlangsung mulai pukul 22.50 hingga 00.52 itu dipimpin langsung Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang. Sebanyak 178 personel gabungan dari Polresta Denpasar dan jajaran Polsek diterjunkan untuk melakukan pengamanan dan pemantauan situasi di sejumlah titik strategis yang menjadi pusat aktivitas masyarakat maupun wisatawan.
Sebelum patroli dimulai, seluruh personel mengikuti apel kesiapan yang dilaksanakan di Central Parkir Kuta. Dalam kegiatan tersebut, petugas mendapatkan arahan terkait sasaran patroli serta langkah-langkah yang harus dilakukan guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan selama akhir pekan.
Selanjutnya, personel dibagi menjadi dua regu untuk menyisir sejumlah ruas jalan utama dan kawasan yang ramai dikunjungi masyarakat. Beberapa lokasi yang menjadi fokus patroli antara lain Jalan Raya Kuta, Jalan Pantai Kuta, Jalan Melasti, Jalan Legian, Jalan Patih Jelantik, Jalan Sunset Road, Jalan Raya Seminyak, serta sejumlah ruas jalan lainnya yang dikenal sebagai pusat aktivitas malam hari.
Selain melakukan pemantauan situasi dan pengawasan di lapangan, petugas juga melaksanakan patroli dialogis dengan masyarakat, wisatawan, pelaku usaha, hingga petugas keamanan yang bertugas di berbagai lokasi. Dalam kesempatan tersebut, personel kepolisian menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas dan mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan.
Petugas juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya potensi gangguan keamanan maupun tindakan yang mencurigakan di lingkungan sekitar.
Patroli skala besar tersebut merupakan bagian dari langkah preventif yang dilakukan kepolisian untuk mengantisipasi berbagai bentuk gangguan Kamtibmas, terutama kejahatan jalanan yang dikenal dengan istilah 4C, yakni pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta aksi premanisme dan tindak kriminalitas lainnya.
Kehadiran aparat kepolisian di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat maupun wisatawan yang masih beraktivitas hingga larut malam. Selain itu, patroli juga bertujuan meningkatkan pengawasan di pusat-pusat keramaian sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
Kasi Humas Polresta Denpasar IPTU I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan kegiatan patroli skala besar akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, khususnya di kawasan pariwisata yang menjadi salah satu wajah Bali di mata dunia.
”Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk terus bersinergi dengan kepolisian dalam menjaga situasi Kamtibmas. Dengan partisipasi aktif masyarakat, keamanan dan kenyamanan di wilayah hukum Polresta Denpasar dapat terus terjaga dengan baik,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan menjadi faktor penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Terlebih kawasan Kuta merupakan salah satu destinasi wisata dengan tingkat mobilitas masyarakat dan wisatawan yang cukup tinggi, sehingga memerlukan pengawasan yang berkelanjutan.
Patroli skala besar ini juga menjadi bagian dari upaya Polresta Denpasar untuk meningkatkan kehadiran polisi di tengah masyarakat. Langkah tersebut diharapkan mampu mencegah munculnya niat maupun kesempatan bagi pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya.
Selama pelaksanaan patroli berlangsung, situasi di wilayah Kuta terpantau aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan Kamtibmas yang menonjol maupun kejadian yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan wisatawan.
Polresta Denpasar memastikan kegiatan patroli serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan keamanan sekaligus memberikan jaminan rasa aman bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Bali. ***
Editor : M.Ridwan