DENPASAR, Radar Bali.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar terus berupaya mempercantik tata ruang dan estetika kota.
Langkah ini dilakukan dengan merangkul potensi generasi muda, salah satunya lewat seni mural yang kian marak menghiasi berbagai sudut ibu kota Provinsi Bali tersebut.
Baca Juga: Kurang Inklusivitas, Pegiat Sepeda Bali Desak Tata Kota yang Ramah Pesepeda
Penataan artistik ini terwujud berkat kolaborasi antara Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Bali, Pemkot Denpasar, serta lintas asosiasi profesi seperti Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan Ikatan Ahli Perancangan Kota (IAP).
Ketua DPW Gekrafs Provinsi Bali, Ari Setia Wibawa menguraikan hal tersebut di sela kegiatan diskusi Creative City Talk yang menjadi rangkaian D'Youth Fest 6.0 di Dharma Negara Alaya (DNA) Denpasar, Rabu (15/7/2026) sore Wita.
Ari menegaskan, sinergi antara pemerintah dan komunitas kreatif anak muda ini bukan sekadar wacana di atas kertas. Hasil karyanya sudah bisa dinikmati publik secara langsung di lapangan.
”Salah satu bukti nyata yang sudah terealisasi adalah aksi dari teman-teman Komunitas Djamur. Mereka melakukan eksekusi mural di sejumlah titik strategis Kota Denpasar yang spot-nya sangat representatif. Semua sudah melalui proses kurasi komunitas," ujar Ari kepada awak media, Rabu (15/7/2026).
Ia menambahkan, karya-karya visual tersebut tidak berhenti sebagai aksi temporer semata, melainkan bakal dikembangkan menjadi master plan seni mural Kota Denpasar secara menyeluruh.
Melalui forum diskusi kreatif tersebut, para perancang muda hingga arsitek menyumbangkan gagasan serta desain visioner. Hasil pemikiran kreatif anak muda ini selanjutnya didokumentasikan dan diserahkan resmi ke Pemkot Denpasar sebagai rekomendasi tata kota berbasis pembangunan berkelanjutan.
”Ini semacam usulan ide konkret dari pemuda yang kita dokumentasikan untuk diserahkan kepada pemerintah kota agar dapat diadopsi dalam penataan kota ke depan," tandasnya.[*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali