Beautifikasi Titik Nol Denpasar Digarap, Kawasan Gajah Mada Bersolek

Dhian Harnia Patrawati • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 11:05 WIB
Rekamaya beautifikasi di Jalan Gajah Mada Denpasar.
Rekamaya beautifikasi di Jalan Gajah Mada Denpasar.

 

RADAR BALI – Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar resmi memulai penataan dan revitalisasi kawasan pusat kota atau titik nol kilometer pada tahun anggaran 2026 ini.

Program beautifikasi ini dirancang untuk mempercantik wajah kota, membenahi fasilitas publik, serta menghidupkan kembali ekosistem ekonomi dan pariwisata heritage.

Proyek penataan pusat kota Denpasar telah mulai digarap sejak 8 Juli 2026 dan proyek fisiknya ditargetkan selesai pada 18 Desember 2026. Pemkot Denpasar menggelontorkan total anggaran sebesar Rp 79,5 miliar dari APBD 2026.  

Penataan kawasan tersebut akan mengintegrasikan pusat pemerintahan, pusat perdagangan dan jasa, serta kawasan heritage

Karena Denpasar juga sedang berkonsentrasi untuk menyelesaikan persoalan sampah, pengerjaan proyek beautifikasi dilaksanakan secara bertahap hingga 2027.

Detil Beautifikasi Kawasan Heritage Denpasar

Beautifikasi dimulai dari Simpang Suci ke Jalan Hasanuddin hingga perempatan Puri Pemecutan.

Penataan dilakukan pada bagian trotoar dengan memperluas area pedestrian, menghilangkan kabel-kabel internet dan listrik dengan cara memasukkannya ke ducting di dalam trotoar, serta mempercantik pencahayaan dengan penambahan tiang lampu-lampu bernuansa etnik.

Selain itu, dilakukan penambahan sejumlah ornamen fasilitas umum, penyeragaman tampak muka (fasad) ruko dengan menurunkan reklame dan baliho, serta penyeragaman warna tanpa mengubah bentuk gedung.  

Penataan berlanjut ke Jalan M. Thamrin sampai ke Simpang Jalan Sutomo, Jalan Wahidin, hingga perempatan Jalan Gajah Mada. Beautifikasi juga dilakukan seperti Simpang Suci hingga Simpang Puri Pemecutan. 

Dari titik tersebut, penataan berlanjut ke Jalan Gajah Mada hingga kawasan Catur Muka, termasuk Jalan Sulawesi dan Jalan Sumatra. Khusus untuk kawasan di Jalan Sumatra, penataan baru akan sebatas peningkatan kualitas aspal jalan. 

Dalam penataan tersebut, seluruh trotoar keramik saat ini akan dibongkar dan diubah menjadi batu andesit seperti yang digunakan di pedestrian Sanur.

Ketinggian trotoar juga akan kurangi sehingga hanya menjadi 10 sentimeter dari badan jalan yang telah ditinggikan. Konsep tersebut akan membuat ruang publik menjadi lebih luas sehingga ramah pejalan kaki, namun tidak mengganggu aktivitas perdagangan tradisional.

Penataan juga akan meliputi pembenahan saluran air di bawah trotoar dan badan jalan untuk mencegah potensi genangan air saat hujan.

Perbaikan pencahayaan juga akan dilakukan di titik-titik ikonik seperti kawasan Patung Catur Muka, Jam Lonceng Belanda, hingga area sekitar patung Ida Cokorda Pemecutan IX.

Pemkot Denpasar merancang pemanfaatan titik tertentu, seperti kawasan Jalan Sulawesi, sebagai area street food malam hari untuk menggerakkan UMKM dan ekonomi kreatif anak muda.***

 

Editor : Ibnu Yunianto
Sumber : Radar Bali
Beautifikasi Denpasar Titik Nol Denpasar Revitalisasi Kota Denpasar Wisata Heritage Bali jalan gajah mada denpasar