RADAR BALI - Pemkot Denpasar resmi memulai penataan dan revitalisasi kawasan pusat kota atau titik nol kilometer pada tahun anggaran 2026 ini. Program beautifikasi ini dirancang untuk mempercantik wajah kota, membenahi fasilitas publik, serta menghidupkan kembali ekosistem ekonomi dan pariwisata heritage.
Proyek penataan pusat kota Denpasar telah mulai digarap sejak 8 Juli 2026 dan proyek fisiknya ditargetkan selesai pada 18 Desember 2026. Pemkot Denpasar menggelontorkan total anggaran sebesar Rp 79,5 miliar dari APBD 2026.
Pengerjaan proyek ini akan mengintegrasikan pusat pemerintahan, pusat perdagangan dan jasa, serta kawasan heritage. Mengingat Denpasar juga sedang berkonsentrasi menyelesaikan persoalan sampah, pengerjaan beautifikasi dilakukan secara bertahap hingga 2027.
Detail Beautifikasi Kawasan Heritage Denpasar
Secara keseluruhan, pengerjaan beautifikasi kawasan heritage dilakukan di beberapa ruas jalan utama:
Simpang Suci – Jalan Hasanuddin – Perempatan Puri Pemecutan
Penataan dilakukan pada area trotoar dengan memperluas jalur pedestrian. Kabel internet dan listrik yang membentang di udara akan dipindahkan ke dalam saluran bawah tanah (ducting) atau dikumpulkan menjadi satu kabel.
Selain itu, pencahayaan kota dipercantik dengan tiang lampu bernuansa etnik, penambahan ornamen fasilitas umum, serta penyeragaman tampak muka (fasad) ruko melalui penertiban reklame dan baliho serta penyelarasan warna bangunan tanpa mengubah struktur asli.
Jalan Thamrin – Simpang Sutomo – Jalan Wahidin – Perempatan Gajah Mada
Konsep penataan di area ini menerapkan langkah serupa dengan jalur Simpang Suci hingga Puri Pemecutan.
Jalan Gajah Mada – Kawasan Catur Muka – Jalan Sulawesi & Jalan Sumatra
Penataan dilanjutkan dari Jalan Gajah Mada menuju kawasan Catur Muka. Khusus untuk Jalan Sumatra, penataan pada tahap awal difokuskan pada peningkatan kualitas aspal jalan.
Dalam pengerjaan trotoar, seluruh material keramik lama akan dibongkar dan diganti menggunakan batu andesit, serupa dengan pedestrian di kawasan Sanur. Ketinggian trotoar juga dipangkas menjadi 10 sentimeter dari badan jalan yang telah ditinggikan.
Langkah ini dirancang untuk menciptakan ruang publik yang lebih luas dan ramah pejalan kaki tanpa mengganggu aktivitas perdagangan tradisional. Selain penataan trotoar, saluran air di bawah badan jalan dan trotoar turut dibenahi guna mencegah potensi genangan saat hujan.
Patung Charlie Chaplin di Jalan Veteran
Penataan pusat Kota Denpasar turut menyentuh kawasan Jalan Veteran. Di kawasan tersebut, berdiri sebuah hotel bersejarah yakni Inna Bali Heritage Hotel (Bali Hotel).
Sebagai bagian dari penataan di Jalan Veteran, Pemkot Denpasar berencana membangun patung Charlie Chaplin di depan Bali Hotel. Keberadaan patung ini ditujukan sebagai daya tarik pengunjung, sarana spot foto masyarakat, sekaligus pengingat nilai heritage dari hotel tertua di Bali tersebut.
Komedian legendaris asal Inggris itu tercatat pernah menginap di Bali Hotel pada tahun 1932 dan mendiami kamar nomor 77. Pembangunan patung ini diharapkan menjadi ikon pendukung pariwisata heritage di Kota Denpasar.
Restorasi Monumen Ida Cokorda Pemecutan IX dan Bale Kulkul
Sebagai bagian penting dari revitalisasi kawasan heritage di Jalan Hasanuddin, Pemkot Denpasar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) juga menyiapkan penataan kawasan Monumen Ida Cokorda Pemecutan IX dan Bale Kulkul Pemecutan.
Monumen I Gusti Ngurah Agung Pemecutan alias Ida Tjokorda Pemecutan IX yang menggambarkan sosok Raja Puri Pemecutan tersebut tengah ditandu empat prajurit merupakan visualisasi peristiwa heroik saat gugur dalam Perang Puputan Badung pada 20 September 1906.
Dalam proyek restorasi ini, Pemkot Denpasar menggandeng seniman Komang Gede Sentana Putra (Kedux) dan Marmar Herayukti. Penataan kawasan monumen Ida Cokorda Pemecutan IV meliputi:
Penataan Pedestal & Patung: Dudukan (pedestal) patung direncanakan diturunkan sekitar 2,5 meter agar tampil lebih proporsional dengan lingkungan sekitar. Patung akan disempurnakan pada bagian bawah yang membutuhkan detail artistik lebih baik.
Pencahayaan & Piagam Historis: Sistem pencahayaan akan diatur ulang agar monumen tampil menonjol pada malam hari. Di area ini juga akan ditambahkan Piagam Kusuma Bangsa untuk memperkuat nilai sejarah sang tokoh.
Revitalisasi Bale Kulkul & Relief Sejarah: Area Bale Kulkul akan ditata dengan menghadirkan replika tembok Benteng Pemecutan, Candi Bentar, prasasti, serta jalur pedestrian yang terintegrasi. Material batu marmer Terayukerti dipilih sebagai elemen utama untuk memperkuat kesan monumental.
Panel Relief Kerajaan Badung: Nilai sejarah diperkuat lewat empat panel relief yang mengisahkan kejayaan Pemecutan, Perang Badung-Buleleng, penyerahan Bale Kulkul sebagai simbol pengakuan dari Buleleng, hingga peristiwa Perang Puputan Badung.
Selain penataan monumen bersejarah, perbaikan pencahayaan juga menyasar titik ikonik lain seperti kawasan Patung Catur Muka dan Jam Lonceng Belanda. Sebagai pelengkap, Pemkot Denpasar merancang pemanfaatan titik tertentu, seperti kawasan Jalan Sulawesi, sebagai area street food pada malam hari untuk menggerakkan UMKM dan ekonomi kreatif anak muda.***
Editor : Ibnu YuniantoSumber : Radar Bali