RADAR BALI - Kehadiran Sira Village Grand Outlet di kawasan Kura Kura Bali, Serangan, Denpasar, menuai sorotan hangat di media sosial.
Mal baru tersebut dinilai memperparah kemacetan lalu lintas yang selama ini sudah menjadi persoalan krusial di wilayah Bali Selatan.
Keresahan ini salah satunya diungkapkan oleh pemilik akun media sosial @bobbyalcoholicrider.
Dalam unggahannya pada Senin (03/08/2026), ia mengaku harus mengelus dada lantaran terjebak antrean kendaraan selama tiga hari berturut-turut saat pulang kerja sejak uji coba operasional mal tersebut dimulai.
"Dengan dibukanya Sira Village di Pulau Serangan menambah beban kemacetan baru yang sudah over di Bali Selatan. Ini hari ketiga saya pulang kerja disuguhi pemandangan yang buat mengelus dada," tulisnya.
Penumpukan Kendaraan Mengular Hingga Kawasan Sekitar
Dampak antrean kendaraan menuju kawasan Serangan mengular hingga ke sejumlah ruas jalan utama di sekitarnya. Kemacetan parah terpantau terjadi sejak Jalan Mertasari Sanur hingga Simpang Pesanggaran.
Selain itu, kepadatan arus lalu lintas juga mengepung Jalan Suwung Batan Kendal, mulai dari Base Ops TNI AL Denpasar hingga lampu lalu lintas Jalan Pemelisan.
Bahkan, jalur utama Jalan By Pass Ngurah Rai pun tak luput dari antrean panjang kendaraan yang mengular dari depan Kantor Regional X BKN hingga persimpangan lampu merah Pemelisan.
Kesiapan Infrastruktur Jalan Dipertanyakan
Melihat kondisi tersebut, warganet menyayangkan kebijakan pembangunan fasilitas komersial yang dinilai belum diimbangi dengan kesiapan infrastruktur jalan yang memadai.
Pengunggah video mengaku sempat berdiskusi langsung dengan petugas dinas lalu lintas yang bersiaga di pintu masuk kawasan Serangan. Menurut pengakuannya, petugas di lapangan juga mengamini bahwa arus kendaraan di titik tersebut kini menjadi jauh lebih padat.
Mengingat masa uji coba operasional Sira Village dijadwalkan berlangsung hingga 31 Agustus 2026, publik diajak untuk lebih peka dan mengawal dampak lalu lintas yang ditimbulkan.
Sorotan Warganet dan Belum Ada Tanggapan Resmi
Unggahan tersebut mendadak viral dan memicu gelombang tanggapan dari netizen. Banyak pengguna jalan mengaku mengalami nasib serupa ketika melintasi kawasan tersebut.
Masyarakat pun mendesak pihak berwenang untuk segera melakukan evaluasi serta menerapkan rekayasa lalu lintas yang efektif agar aktivitas warga lokal maupun kunjungan wisatawan dapat berjalan lebih lancar.***
Editor : Ibnu YuniantoSumber : Radar Bali