​Penataan Kawasan Heritage Dimulai, Beri Imbas pada Lalu Lintas, Dewan Kota Minta Begini

Ni Kadek Novi Febriani • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 20:48 WIB

 

PROYEK:Penataan kawasan heritage di Kota Denpasar mulai berdampak kemacetan. (ni kadek novi febriani/radarbali.id)
PROYEK:Penataan kawasan heritage di Kota Denpasar mulai berdampak kemacetan. (ni kadek novi febriani/radarbali.id)

 

​DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Proyek pengerjaan penataan kawasan heritage di Denpasar sudah dimulai. Papan pembatas telah dipasang sebagai pemberitahuan kepada masyarakat bahwa sedang berlangsung pengerjaan konstruksi. Proyek penataan ini berlokasi di Jalan Gajah Mada, Jalan Diponegoro, dan Jalan Thamrin.

​Anggota DPRD Kota Denpasar, Agus Wirajaya, menyatakan bahwa penataan kawasan heritage Jalan Gajah Mada harus dipahami sebagai upaya pemerintah kota untuk membangkitkan kembali kawasan tersebut.

Nantinya, kawasan ini akan menjadi ikon pusat sosial-ekonomi Kota Denpasar yang nyaman untuk dikunjungi.

​Penataan yang dilaksanakan meliputi perbaikan jalur pedestrian, pemulihan estetika bangunan lama, serta penataan sempadan sungai yang melintasi kawasan heritage tersebut.

Ia menyadari,  proyek ini bukanlah pekerjaan yang mudah dan membutuhkan komitmen tinggi.

"Apalagi, penataan ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026," terang Agus, Kamis (6/8/2026).

 Baca Juga: Duh, Sedot APBD Rp 250 Juta, Lampu Hias Pohon di Jalur 11 Amlapura, Karangasem, Ini Malah Sekarang Padam Serentak

​Ketua Fraksi PSI-NasDem ini juga menyarankan agar Pemerintah Kota Denpasar memastikan rencana penataan sudah tersosialisasikan dengan baik kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan.

Sosialisasi ini bukan hanya mengenai apa saja yang akan ditata, melainkan juga terkait antisipasi dampak lalu lintas selama pelaksanaan maupun pascapenataan.

​"Selain itu, sosialisasi ini juga merupakan bentuk partisipasi yang diharapkan pemerintah kota dari masyarakat pada umumnya, dan warga yang tinggal di kawasan penataan pada khususnya, guna memperlancar jalannya proyek ini," terangnya.

 

​Lebih lanjut, Agus berharap agar penataan kawasan heritage ini tidak sekadar menjadi ajang pemenuhan program semata, tetapi benar-benar memperhatikan mutu pembangunannya.

"Saya harap kualitasnya dapat dijaga, sehingga masyarakat Kota Denpasar bisa menikmati hasil dari pembangunan yang dilaksanakan," tegasnya.

​Proyek penataan ini mencakup sejumlah titik landmark yang menjadi bagian penting dari wajah pusat Kota Denpasar. Titik-titik tersebut meliputi kawasan Catur Muka, kawasan Lonceng, Patung Kuda, Simpang Puri Pemecutan, Simpang Thamrin, serta kawasan Suci.

Mengingat kawasan-kawasan ini memiliki nilai sejarah dan karakter yang kuat, penataannya tentu membutuhkan perencanaan yang detail dan matang.

​Untuk mematangkan konsep, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, turut menggandeng sejumlah seniman lokal.

Beberapa di antaranya adalah Putu Marmar Herayukti (akrab disapa Marmar) dan I Komang Gede Sentana Putra (akrab disapa Kedux). Mereka diundang untuk memberikan masukan serta pandangan terkait konsep penataan kawasan bersejarah tersebut.***

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com
kawasan heritage dprd kota denpasar jalan gajah mada