Terminal Tegal dan GOR Ngurah Rai Jadi Kantong Parkir Heritage Gajah Mada

Dhian Harnia Patrawati • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:15 WIB
Gambar artis wajah baru Monumen Jam Belanda di kawasan Catus Pata Denpasar.
Gambar artis wajah baru Monumen Jam Belanda di kawasan Catus Pata Denpasar.

 

RADAR BALI - Wajah pusat Kota Denpasar kini bersiap bersolek. Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar secara resmi meluncurkan proyek revitalisasi skala besar di kawasan titik nol kilometer pada tahun anggaran 2026.

Program beautifikasi ini bertujuan mempercantik estetika kota, memperbarui fasilitas publik, serta membangkitkan kembali potensi ekonomi berorientasi pariwisata heritage.

Guna merealisasikan integrasi antara pusat pemerintahan, kawasan komersial, dan cagar budaya ini, Pemkot Denpasar mengalokasikan anggaran APBD 2026 sebesar Rp 79,5 miliar. Pengerjaan fisik kawasan bersejarah ini sudah berjalan sejak 8 Juli 2026 dan ditargetkan rampung pada 18 Desember 2026.

Proyek revitalisasi dan penataan kawasan pusat kota ini menggunakan anggaran tahun jamak (multiyears) yang dimulai sejak 2026 dan ditargetkan tuntas sepenuhnya pada akhir 2027. Mengingat Pemkot Denpasar juga tengah memprioritaskan alokasi penanganan masalah sampah, pelaksanaan proyek difokuskan secara bertahap hingga tahun depan.

Konsep Tiga Plaza Heritage di Catus Pata

Salah satu fokus utama pembenahan terletak di persimpangan Catus Pata (perempatan jalan utama) Denpasar yang mengusung konsep Plaza Heritage. Penataan ini menyasar tiga sudut utama demi menciptakan ruang publik yang lebih humanis tanpa menggerus nilai sejarah yang melekat:

Area Plang Lapangan Puputan Badung: Berada persis di seberang Patung Catur Muka, lokasi ini ditata ulang menjadi plaza terbuka dengan penambahan identitas 'Lapangan Puputan Badung I Gusti Made Agung'. Kawasan ini dibuat lebih lapang dengan undakan plaza, tempat duduk, jalur pejalan kaki, serta penataan vegetasi peneduh.

Kawasan Patung Kuda Jaya Sabha: Dibuat menjadi ruang terbuka yang saling terhubung dengan fasilitas pedestrian yang memadai, pencahayaan taman, serta lanskap hijau. Identitas visual Patung Kuda tetap dipertahankan sebagai ornamen utama agar visual persimpangan tampak rapi dari berbagai sudut pandang.

Jam Lonceng Titik Nol: Landmark peninggalan masa lalu ini ditata menjadi penanda kawasan melalui pembangunan plaza berpedestrian. Bangunan jam ditempatkan di atas pedestal dengan ruang sekeliling yang lebih tertata tanpa mengubah bentuk aslinya.

Integrasi ketiga titik ini dilengkapi ruang terbuka hijau, bangku taman, serta pencahayaan modern agar kawasan pejalan kaki di pusat kota menjadi lebih nyaman dan berkarakter.

Transformasi Pedestrian dan Pembenahan Infrastruktur

Rangkaian beautifikasi diawali dari koridor Simpang Suci menuju Jalan Hasanuddin hingga perempatan Puri Pemecutan. Pemkot Denpasar memperluas trotoar, memindahkan jaringan kabel listrik dan internet ke bawah tanah (ducting), serta memasang lampu hias bergaya etnik. Fasad bangunan ruko di sepanjang jalur tersebut juga diseragamkan lewat penertiban baliho serta penyetaraan skema warna cat.

Penataan serupa diterapkan pada rute Jalan MH Thamrin hingga perempatan Jalan Gajah Mada, serta kawasan pendukung seperti Jalan Sulawesi dan Jalan Sumatera.

Sejumlah perombakan teknis yang disiapkan antara lain:

Material Trotoar: Seluruh keramik trotoar lama dibongkar dan diganti menggunakan batu andesit presisi.

Aksesibilitas: Ketinggian trotoar dipangkas menjadi hanya 10 sentimeter dari permukaan jalan guna memberikan kenyamanan ekstra bagi pejalan kaki.

Drainase & Pencahayaan: Pembenahan saluran air di bawah trotoar dilakukan untuk mengantisipasi genangan saat musim hujan, diiringi pencahayaan khusus di titik ikonik seperti kawasan Catur Muka, Jam Lonceng Belanda, hingga Patung Ida Cokorda Pemecutan IX.

Pemberdayaan UMKM: Kawasan strategis seperti Jalan Sulawesi diproyeksikan menjadi sentra kuliner malam (street food) untuk menggerakkan roda ekonomi kreatif pemuda setempat.

Sentra Parkir Terpadu dan Armada Shuttle Listrik

Sebagai solusi atas pengetatan area parkir di badan jalan, Pemkot Denpasar menyiapkan sentra-sentra parkir terpadu di beberapa lokasi strategis, yaitu:

Terminal Tegal

Kawasan GOR Ngurah Rai

Dari kedua titik kantong parkir utama tersebut, masyarakat dapat memanfaatkan moda transportasi shuttle berbasis kendaraan listrik menuju area Heritage Gajah Mada.

Wali Kota Denpasar telah mengarahkan seluruh tim operasional untuk menambah armada shuttle agar masyarakat dan wisatawan dapat mengagumi serta mengakses kawasan heritage dengan nyaman tanpa harus membawa kendaraan pribadi hingga ke pusat kawasan.

“Dengan adanya kantong parkir dan shuttle listrik, kami berharap penataan kawasan Heritage Gajah Mada dapat berjalan optimal sekaligus menciptakan kawasan yang lebih tertib, nyaman, dan ramah bagi pejalan kaki,” pungkas Arya Wibawa.***

Editor : Ibnu Yunianto
Sumber : Radar Bali
Heritage Gajah Mada Denpasar Parkir Gajah Mada Denpasar Revitalisasi Denpasar 2026 Terminal Tegal Denpasar Shuttle Listrik Denpasar