DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfos) Kota Denpasar menggelar Sosialisasi Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) pada Desa/Kelurahan di Kota Denpasar, Senin (21/9). Bertempat di Aula Sewaka Mahottama, Graha Sewakadarma, kegiatan ini menjadi langkah untuk memperkenalkan sekaligus mendorong penguatan KIM sebagai wadah masyarakat dalam memperoleh, mengelola, dan menyebarluaskan informasi yang bermanfaat bagi lingkungan.
Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh perwakilan desa dan kelurahan di Kota Denpasar. Melalui kegiatan ini, Diskominfos Kota Denpasar mendorong agar KIM dapat tumbuh dan berkembang di setiap wilayah sebagai bagian dari penguatan komunikasi publik berbasis masyarakat.
Sosialisasi tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni I.B. Gede Darma Kusuma, selaku Analis SDM Aparatur Ahli Muda pada Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali, dengan materi Pengenalan KIM, serta Dr. Sayu Ketut Sutrisna Dewi, S.E., M.M., Ak., dari Ketua KIM Gatra Wirausaha dengan materi praktik baik (best practice) kegiatan KIM di Kota Denpasar.
Sekretaris Diskominfos Kota Denpasar, Ketut Agus Indra Diatmika, S.Kom., M.Kom., saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa keberadaan KIM di tingkat desa dan kelurahan diharapkan dapat memperkuat keterlibatan masyarakat dalam ekosistem komunikasi publik.
“KIM diharapkan tidak hanya menjadi wadah untuk menerima dan menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkolaborasi, berbagi pengetahuan, serta mengembangkan potensi yang ada di lingkungannya,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam membangun arus informasi yang sehat di tengah perkembangan teknologi dan semakin cepatnya penyebaran informasi.
Sementara itu, I.B. Gede Darma Kusuma dalam pemaparannya memperkenalkan KIM sebagai wadah masyarakat yang memiliki peran dalam mengakses, mengelola, dan menyampaikan informasi secara positif dan bermanfaat. KIM juga dapat menjadi penghubung antara pemerintah dengan masyarakat dalam mendukung penyebarluasan informasi pembangunan.
“KIM pada dasarnya hadir dari, oleh dan untuk masyarakat. Karena itu, KIM memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak informasi di lingkungannya masing-masing,” jelasnya.
Sementara itu, Dr. Sayu Ketut Sutrisna Dewi memaparkan praktik baik kegiatan KIM di Kota Denpasar melalui KIM Gatra Wirausaha. KIM tersebut menjadi salah satu contoh KIM yang aktif bergerak, khususnya dalam memberikan edukasi dan mendorong pengembangan kewirausahaan di Kota Denpasar.
Dalam pemaparannya, ia menunjukkan bahwa KIM dapat mengambil peran lebih luas sebagai ruang edukasi, pemberdayaan, dan pengembangan potensi masyarakat.
Melalui berbagai kegiatan edukasi dan pemberdayaan, keberadaan KIM diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi yang ada di masing-masing wilayah.
Dengan semakin aktifnya KIM di tingkat desa dan kelurahan, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dapat berperan sebagai penggerak informasi yang edukatif, positif, dan bermanfaat bagi lingkungan. Keberadaan KIM juga diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun ekosistem informasi yang sehat di Kota Denpasar.
Editor : Rosihan Anwar