Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tanahnya Kena Tol Gilimanuk-Mengwi, Gus Susena Nyatakan Menolak

Yoyo Raharyo • Jumat, 18 Maret 2022 | 09:15 WIB
tanahnya-kena-tol-gilimanuk-mengwi-gus-susena-nyatakan-menolak
tanahnya-kena-tol-gilimanuk-mengwi-gus-susena-nyatakan-menolak


DENPASAR - Ida Bagus K. Susena atau Gus Susena, warga pemilik lahan seluas 20 are di Banjar Petanahan, Desa Batuagung, Jembrana, Bali, menolak tol Gilimanuk-Mengwi. Ia mengaku tak rela tanahnya dilepas begitu saja, apalagi tanpa ada sosialisasi yang jelas.


 


"Harapan saya, agar proyek ini dibatalkan. Demi generasi Bali ke depan, demi palemahan Bali yang terjaga, demi pariwisata yang tetap mengedepankan budaya, adat, tradisi dan juga bentang alam ataupun pemandangan indah yang tidak dimiliki oleh wilayah lain," tegas Gus Susena, Kamis (17/3/2022)..




 


Selain itu, Ida Bagus K. Susena menjelaskan, Bali merupakan pulau yang sangat kecil, dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat. Apalagi kendali kependudukan dari luar tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah daerah.


 


"Oleh karena itulah penting kiranya ke depan, tatanan palemahan ini dijaga oleh semua stakeholder. Ketika ada proyek-proyek yang berpotensi menggerus tanah atau palemahan di Bali, maka semua komponen harus dilibatkan," ungkapnya.


 


Terutama, lanjutnya, komponen-komponen peduli yang memiliki pemikiran idealis dan juga pemikiran untuk menjaga nilai-nilai konsep Tri Hita Karana. Bukan hanya wacana dan slogan, apalagi dari visi Gubernur Bali saat ini adalah Nangun Sad Kerthi Loka Bali.


 


"Jangan sampai visi ini diartikan membangun di semua Sad Kerthi yang ada di Bali. Karena visi ini bisa bermakna positif dan negatif. Kalau positif, tentunya mereka menjaga Sad Kerthi ini. Salah satunya adalah menjaga alam dan lingkungan. Bukan malah menjadi objek yang dirusak. Apa yang akan kita berikan pada anak cucu kedepan? Itu yang menjadi pertanyaan bila kita terus membuat proyek-proyek yang menggerus lahan," tegasnya.


 


Gus Susena sebagai generasi masa kini ingin Bali ke depan dibangun dengan konsep yang baik dan benar. Bukan menjadikan Bali sebagai pulau yang penuh dengan fasilitas yang modern seperti Singapura ataupun negara-negara lain.


 



"Kita hanya memiliki kekayaaan alam dan ini harus dicermati semua orang. Saat pertemuan di BPN, tegas saya katakan, tolong libatkan semua. Saya yakin, bila dilibatkan, pasti banyak yang menolak (Tol Gilimanuk-Mengwi). Tolong kaji kembali, pertimbangankan, jangan sampai apa yang kita lakukan akan berdampak buruk," kata dia.





Gus Susena yang juga merupakan aktivis Hindu dan juga pemerhati Bali ini bahkan awalnya merasa tak pernah diundang dalam sosialiasi yang diklaim sudah dua kali dilakukan oleh Pemprov Bali tersebut.


 


"Hanya sekali (mendatangi sosialisasi) dan tak boleh bertanya. Itupun karena saya diinfokan undangan oleh orang lain yang melihat saya ada di daftar tanah yang kena jalur," herannya.


 


Meski demikian, Gus Susena masih merasa beruntung bahwa namanya masuk di dalam deretan orang yang hanya dimintai persetujuan oleh pemerintah daerah provinsi Bali.


 


Sedangkan komponen lain, dikatakannya tidak dianggap ada dan diabaikan sebagai pertimbangan layak tidaknya proyek penggerus lahan Bali. Meski begitu, Gus Susena tegas mengatakan menolak proyek Tol Gilimanuk-Mengwi ini.



 


Terkait klaim Gubernur Bali Wayan Koster yang mengatakan bahwa hanya dua warga yang menolak pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi, Gus Susena menyatakan sebaliknya. Kata dia, yang menolak sejatinya banyak.






"Ah, banyak yang nolak, karena banyak yang belum tahu dan dapat informasi yang benar. Awalnya saya tak pernah tahu kalau tanah kebun saya 20 are kena, (jalur pembangunan Tol)," ujar Gus Susena.


  


Diketahui, Gubernur Bali Wayan Koster dihadapan Menteri PUPR, Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono saat menyaksikan langsung perjanjian pengusahaan Jalan Tol dan Penjaminan serta perjanjian Regres Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi di Kantor Jaya Sabha pada Selasa (8/3/2022) lalu mengatakan jalan tol Gilimanuk-Mengwi ini akan dibangun pada tahun 2022. Ia mengklaim, sudah tak ada permasalahan lagi pasca dilakukan sosialiasi.


 


"Untuk lahan, ada sebanyak 8643 pemilik lahan yang dilintasi jalan tol ini. Dari jumlah itu, 8.641 pemilik setuju. Hanya dua warga pemilik lahan yang tidak setuju," ujar Koster dalam sambutannya.


 


"Mereka mengatakan sangat mendukung pembangunan jalan tol ini dan bersedia melepaskan tanahnya, tentu dengan aturan yang berlaku," sambung Koster dalam acara yang juga dihadiri oleh Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR, Direktur Jalan Tol Gilimanuk Mengwi serta jajaran pemerintahan provinsi Bali. 


Editor : Yoyo Raharyo
#Tol Gilimanuk-Mengwi