JIMBARAN - Universitas Udayana (Unud) Bali kembali menjadi sorotan publik. Kali ini dikarenakan adanya bisnis kos-kosan berkedok program penyediaan asrama terpadu atau Integrated Student Dormitory.
Untuk mahasiswa baru (Maba) yang jumlahnya ribuan pun diwajibkan untuk tinggal di asrama selama dua semester atau satu tahun. Yang menjadi keluhan, adalah adanya biaya/ tarif yang mahal.
Presiden BEM Udayana, Darryl Dwi Putra mengatakan, hal ini sudah menajdi pembahasan sejumlah kalangan. Terlebih, kampus Udayana menjadi kampus populer di Bali.
"Sudah banyak banget orang tua dari mahasiswa baru merasa keberatan. Benar-benar harus wajib bayar, kalau tidak dianggap mengundurkan diri," ungkapnya pada Selasa (12/4/2022).
Dalam data yang disampaikan, ada 5 tipe jenis kamar yang ditawarkan. Harganya memang beragam, yakni dari Rp700 ribu - Rp3,5 juta per bulan.
Harga ini pun tentu dianggap mahal mengingat situasi Pandemi Covid-19 di Bali membuat situasi keuangan orang tua Maba belum pulih.
"Tarif biayanya juga tidak sebanding dengan kos di sekitaran daerah. Apalagi diwajibkan," pungkasnya.
Editor : Yoyo Raharyo