Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dari Bisnis Kos-kosan Mahasiswa, Unud Bisa Meraup Rp67 M per Tahun

Yoyo Raharyo • Selasa, 12 April 2022 | 20:49 WIB
Universitas Udayana. (dok radarbali.id)
Universitas Udayana. (dok radarbali.id)

JIMBARAN – Perguruan tinggi Universitas Udayana (Unud) kian berorientasi bisnis. Salah satunya adalah melalui bisnis kos-kosan yang wajib bagi mahasiswa baru selama satu tahun pertama. Yang menarik, dari bisnis kos-kosan berkedok asrama terpadu, Unud bisa meraup pendapatan Rp67 miliar per tahun untuk 3.820 kamar.



Hal itu terungkap dari hitung-hitungan jenis atau tipe, jumlah, dan tarif sewa masing-masing kamarnya. Dari penelusuran radarbali.id, asrama terpadu ini memiliki lima jenis kamar. Dari kamar superior, deluxe, previlege, private, dan executive.


 


Harga masing-masing jenis atau tipe kamar berbeda. Yang paling murah adalah tipe superior yang harganya Rp700 ribu per bulan.


 


Jumlah kamar tipe superior sebanyak 431 yang terdiri dari 308 kamar untuk mahasiswa dari jalur umum, dan 123 untuk jalur SNMPTN. Dari jumlah kamar ini, maka Unud bisa meraup pendapatan Rp3.620.400.000 per tahun.


 


Untuk setiap kamar ini memiliki kapasitas 4 orang. Maka bisa menampung 1.724 mahasiswa. Kamar ini diutamakan untuk mahasiswa yang UKT-1 dan UKT-2, serta KIP-K. Dengan demikian, kamar ini diutamakan untuk mahasiswa berkategori ekonomi terbawah.


 


Berikutnya, kamar deluxe sebanyak 2.833, yang terdiri dari 2.024 kamar untuk mahasiswa jalur umum, sedangkan jalur SNMPTN sebanyak 809. Kapasitasnya untuk 2 orang. Sehingga bisa menampung 5.666 mahasiswa.


 


Harga sewanya Rp1,3 juta. Sehingga Unud bisa meraup Rp45.194.800.000 per tahun.


Kamar previlege yang untuk mahasiswa penyandang disabilitas ada 30 kamar. Delapan di antaranya untuk jalur SNMPTN. Dengan tarif sewa Rp2,5 juta per bulan, maka Unud bisa meraup Rp900 juta per tahun.


 


Selanjutnya, private ada 308 kamar, yang terdiri dari 220 untuk mahasiswa umum, dan 88 untuk jalur SNMPTN. Dengan tarif Rp2,5 juta per bulan, maka setahun Unud bisa meraup Rp9,24 miliar.


 


Sedangkan untuk kamar tiper tertinggi, yakni eksekutif ada 218 kamar, yang terdiri 156 untuk jalur umum, dan sisanya 62 kamar untuk mahasiswa jalur SNMPTN. Biaya sewa Rp3,5 juta per bulan, maka Unud meraup Rp9.156.000.000 per tahun.


 


Dengan jumlah kamar dan kapasitas masing-masing tipe, maka asrama Unud ini bisa menampung 7.946 mahasiswa. Sedangkan pendapatan Unud dari uang sewa mencapai Rp 67.111.200.000 (Rp67 miliar).


 


Rektor Universitas Udayana (UNUD), Prof Dr Ir I Nyoman Gde Antara M. Eng angkat bicara terkait adanya polemik asrama terpadu atau Integrated Student Dormitory.


 


Ia membantah bahwa ini merupakan ajang bisnis yang dilakukan pihak rektorat terhadap mahasiswa. Dia mengaku, seluruh biaya yang dibayarkan Maba untuk asrama terpadu akan masuk ke mitra UNUD yang membangun asrama tersebut.


 


"UNUD tidak mengambil uang sewa tersebut tetapi akan diambil 100 persen oleh mitra yang telah membangun asrama tersebut,” aku dia.


 


Namun, dia mengaku, mitra Unud hanya akan mendapatkan dalam beberapa tahun saja. Setelah kerjasama itu selesai, maka asrama itu menjadi milik Unud.


 


“Nanti pada akhirnya asrama itu akan menjadi milik Unud," ujarnya pada Selasa (12/4/2022).


 


Bila hitungan radarbali.id dengan jumlah kamar 3.820, kapasitasnya mencapai 7.946 orang mahasiswa, hitungan Prof Antara sedikit berbeda. Dia menyebut tidak semua Mahasiswa Baru (Maba) akan tinggal di asrama. Pasalnya, jumlah kamar hanya 6.000 bed sedangkan jumlah Maba itu 6.549 orang.


 


"Kami utamakan dulu yang rumah jauh dari Kampus Bukit atau tidak di sekitar kampus atau karena pertimbangan khusus," jawabnya.

Editor : Yoyo Raharyo
#unud #mahasiswa #universitas udayana #bali