GIANYAR - Bayi gajah lahir di Bali Zoo, sebuah kebun binatang di Gianyar, Bali, pada 17 Maret 2022 pukul 01.00 Wita. Kelahiran bayi gajah itu tergolong istimewa, sebab proses penjodohan induk dilakukan sejak 2017. Pada Kamis (14/4), bayi gajah itu resmi diberi nama Lanang.
Dokter hewan kebun binatang Bali Zoo, drh. Arya Sandita Brama, menyatakan perkawinan gajah dilakukan sistem penjodohan sejak 2017 lalu.
“Sistem penjodohan ini dilakukan karena terkendala areal. Kalau di alam liar, dia nyari sendiri, kalau di sini kami carikan jantan dan betina,” ujarnya.
Sebelum memilih indukan, dilakukan seleksi terhadap 13 gajah dewasa. Akhirnya terpilih Budi, si jantan usia 34 tahun dan Teri, 39 tahun.
“Dua gajah itu diberikan ruangan khusus. Beberapa lama kemudian muncul tanda kehamilan kelihatan susu induknya membesar,” ujarnya.
Perut gajah kemudian di-USG, ternyata induk Teri telah hamil 14 bulan dari batas hamil 22 bulan. “Pas sudah diketahui, kami terus mengobservasi. Tiga hari jelang kelahiran. Dari tim kami mencatat dan record jadwal lembur untuk observasi,” ujarnya.
Akhirnya bayi gajah lahir pukul 01.00 secara normal tanpa bantuan pawang dan dokter hewan. Meski begitu, tim tetap memantau jalannya kelahiran.
“Pas lahir mandiri, tanpa bantuan, dia sama seperti kita, ada pecah ketuban, disusul kemunculan anaknya,” jelasnya.
Pertama kali lahir, bayi gajah diperkirakan seberat 80 kilogram (kg) ketika muncul hanya tidur selama 2x24 jam. Selama dua hari terus dirangsang oleh sang induk. “Lalu mulai belajar berdiri. Konviden berdiri 2x24 jam atau dua hari belajar berdiri,” jelasnya.
Sejak lahir, dilakukan observasi secara ketat. “Baru mau menyusui di dua puting ibunya,” jelasnya.
Beranjak usia sebulan lebih, berat gajah berdasarkan ukuran lingkar tubuh diperkirakan saat ini mencapai 100 kg. “Sekarang jalannya belum normal, nanti usia 2 bulan diperkirakan jalannya stabil,” jelasnya.
Bayi gajah ini akan terus melekat dengan si ibu untuk menyusui hingga usia 1,5 tahun. “Baru makan keras. Pepaya contohnya,” ungkapnya.
Setelah bayi gajah itu lahir, rencananya akan dipelihara di kebun binatang. “Rencana tetap akan disini,” jelasnya.
Sementara itu, Manager Marketing, Putu Agus Setiawan, menambahkan, pada Kamis, bayi gajah itu resmi diberi nama Lanang.
“Mulai hari ini, resmi nama bayi gajah ini Lanang. Pertimbangannya karena dia jantan dan lahir di Bali,” imbuhnya.
Dengan lahirnya gajah kecil, pihaknya merasa senang. “Ini tantangan sejak lama, berhasil membreding gajah. Kami senang. Harapan terus breding. Karena misi kami untuk konservasi,” pungkasnya.
Editor : Yoyo Raharyo