Di tempat peribadatan Jalan Werkudara itu juga telah terpasang spanduk berlatar biru. “Disampaikan kepada seluruh umat, untuk sementara peribadatan ditiadakan. Demikian untuk dimaklumi,” tulis spanduk itu. Juga terdapat tulisan kecil. “Dilakukan agar pandemi berakhir di negeri ini”. Spanduk juga terdapat imbauan protokol kesehatan.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Gianyar, Aiptu Gusti Ngurah Gede sempat menyambangi tempat peribadatan itu. Bahkan ikut membantuk memasang spanduk ucapan selamat Waisak dari Kementerian Agama RI pada pintu gerbang.
Dalam sambang tersebut Bhabinkamtibmas bertemu langsung langsung dua orang tokoh Agama Buddha. Yaitu Pandito Go Tung Buk dan Pandito Made Suardana.
“Dari silaturahmi dan koordinasi dengan tokoh agama tersebut Bhabinkamtibmas mendapatkan informasi bahwa persembahyangan Hari Raya Waisak dipusatkan di Vihara Amurva Bhumi Blahbatuh, dan untuk di tempat ibadah di Jalan Warkudara tidak ada kegiatan persembahyangan,” ujar Kapolsek Gianyar, Kompol Gede Putra Astawa, Sabtu (14/5).
Kompol Putra Astawa, menambahkan bahwa Bhabinkamtibmas wajib melaksanakan sambang di daerah binaan untuk memastikan kamtibmas tetap kondusif. “Guna menjamin kamtibmas kondusif dan meningkatkan kemitraan dengan masyarakat, kegiatan sambang wajib dilakukan oleh Bhabinkamtibmas,” ujarnya.
Tak hanya itu, lanjut kapolsek, Bhabinkamtibmas juga wajib menyerap informasi di daerah binaannya terkait kegiatan masyarakat yang harus mendapatkan atensi sehingga dapat berjalan dengan lancar dan aman. (dra) Editor : Yoyo Raharyo