Pristiwa itu terjadi ketika Merti sedang tidak berada di rumah. Hanya ada anak pemilik rumah yakni Ni Putu Juliantari, 24 bersama cucu pemilik rumah, Ni Made Diana Sari, 20 sedang rebahan di dalam kamar. Saat sedang bersantai itulah, keduanya mendengar ada suara aneh sehingga Juliantari berinisiatif mencari sumber suara. Betapa terkejutnya Juliantari melihat kobaran api dengan kepulan asap hitam muncul dari bale daje. “Saya tidak tahu penyebabnya. Api tiba-tiba sudah besar,” ungkap Juliantari.
Melihat bangunan rumah telah terbakar, keduanya langsung berteriak meminta tolong kepada tetangga. “Bale daje itu sebagai tempat jejaitan, perabot-perabot (sarana upacara). Tidak ada yang tidur di sana,” ujarnya.
Sekitar pukul 08.05, 14 petugas Pemadam Kebakaran Klungkung tiba di lokasi dengan mengerahkan sebanyak 4 armada. Adapun api akhirnya bisa dipadamkan sekitar pukul 08.30. Tidak ada korban jiwa atau luka dalam peristiwa tersebut. Hanya saja kerugian yang diderita korban dengan terbakarnya bangunan seluas 4 kali 4 meter itu sekitar Rp 100 juta.
Dengan adanya peristiwa kebakaran bangunan rumah yang terjadi beberapa kali itu, Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Klungkung, Putu Suarta mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada. “Masyarakat harus lebih waspada dalam mencegah hal-hal yang menjadi penyebab utama kebakaran,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta langsung memantau proses pemadaman kebakaran rumah milik Merti yang diduga lantaran korsleting listrik itu usai memberikan bantuan kepada I Gede Sujana asal Desa Selat yang rumahnya juga kebakaran akibat korsleting listrik pada Jumat (27/5) sekitar pukul 00.25. “Kebakaran karena arus pendek listrik sering terjadi, maka upaya pencegahan perlu dilakukan. Misalnya secara berkala memeriksa kondisi instalasi listrik, terutama pada sambungan-sambungan yang dapat memicu korsleting,” jelasnya. (ayu) Editor : Yoyo Raharyo